Bantul, Bimas Islam --- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Mustafied Amna berbagi tips menjaga kerukunan umat beragama. Ia mengakui, membentuk wilayah sadar kerukunan bukan hal yang mudah.
“Salah satu indikasi kuat terkait keberhasilan pelayanan KUA bagi masyarakat adalah terwujudnya kerukunan umat beragama. Keberhasilan mewujudkan kerukunan ini tidak dilalui dengan mudah,” ujar Amna di Bantul, Kamis (6/1).
Amna menyebut, ada beberapa tips dalam menjaga kerukunan. Pertama, keaktifan pegawai KUA dalam merespons perbedaan di sebuah wilayah. “Jadi, pegawai KUA harus peka, harus sensitif dalam merespons kemungkinan akan terjadinya konflik,” jelasnya.
Kedua, menurut Amna, adalah menciptakan suasana persaudaraan antarmasyarakat. Hal ini bisa dilakukan dengan beragam cara. “Alhamdulillah, kita menjadi tuan rumah pergelaran wayang kulit bertema moderasi. Ini juga bisa memupuk rasa kebersamaan dan persaudaraan,” tutur Amna.
Amna menambahkan, selain dua hal tersebut, ada tips lain yang bisa dilakukan, yaitu dengan membentuk kampung sadar kerukunan. Di Kecamatan Sewon, ada satu kampung yang dijadikan contoh sebagai kampung sadar kerukunan.
“Melalui kegiatan-kegiatan bertema moderasi ini, bisa meneguhkan Sewon sebagai salah satu wilayah yang rukun dan damai. Kami sangat bersyukur salah satu kelurahan di Sewon yakni Pendowoharjo dijadikan sebagai contoh Desa Sadar Kerukunan,” tuturnya.
Ia berharap, melalui sejumlah tips tersebut, KUA Sewon bisa menjadi pionir dalam menciptakan kerukunan umat beragama. “Semoga Sewon ini menjadi pionir dalam menciptakan kerukunan umat beragama, sehingga semakin tercipta warga yang damai, rukun, dan sejahtera,” kata Amna.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



