Lombok Barat, Bimas Islam --- Dosen Universitas Negeri Surabaya Siti Nur Azizah Ma’ruf mengatakan, peran tokoh perempuan menjadi sangat penting dalam pengarusutamaan moderasi beragama untuk meneguhkan Islam rahmatan lil ‘alamin di Indonesia.
Hal itu dikatakannya saat menjadi narasumber pada acara Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan, yang digelar oleh Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam di Hotel Kila Senggigi Beach, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (2/11/2021).
“Sekitar 49 persen dari jumlah penduduk Indonesia adalah perempuan, sehingga peran perempuan saya rasa harus lebih diperhitungkan,” kata putri Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin itu.
Doktor di bidang hukum itu menekankan, pengarusutamaan moderasi beragama tidak akan terwujud tanpa melibatkan peran perempuan.
Menurutnya, perempuan juga memiliki sifat-sifat sosial seperti tidak egosentris, tidak suka mendominasi, penuh kasih sayang, menyukai perdamaian, dan sifat-sifat lainnya yang membawa perempuan pada predikat sebagai makhluk sosial.
“Sehingga perempuan memiliki potensi besar dalam membentuk dan memelihara toleransi, bahkan bisa menjadi aktor utama untuk menyemai benih moderasi dalam keluarga untuk mencegah tersebarnya ideologi kekerasan,” katanya.
Acara yang bertema ‘Pengarusutamaan Moderasi Beragama dalam Meneguhkan Islam Rahmatan lil 'Alamin’ itu, diikuti 70 peserta dari unsur Tokoh Agama, Penyuluh Agama Islam, pimpinan ormas Islam, Penghulu, Kepala KUA, Akademisi, Aktivis LSM, Yayasan Disabilitas, dan Perwakilan Kanwil Kemenag di Kawasan Timur Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



