Bogor, Bimas Islam – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar secara resmi menutup kegiatan Kemah Moderasi Beragama yang berlangsung di Bogor pada Senin-Rabu (2-4/12/2024). Acara ini diikuti 1.000 penyuluh lintas agama dari berbagai daerah dan aktivis pemuda untuk memperkuat nilai moderasi beragama, toleransi, dan kerukunan antarumat.
Dalam sambutannya, Menag mengajak penyuluh agama untuk menyebarkan cinta kepada sesama sebagai energi positif. Ia menegaskan, cinta dapat mencegah potensi konflik di masyarakat.
“Penyuluh dan tokoh agama memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan energi positif yang disebut cinta. Ketika cinta hadir dalam hati, kebencian, dendam, dan kekerasan akan lenyap,” tegas Nasaruddin Umar, Rabu (4/12).
Menurut Menag, perbedaan dalam agama, aliran, etnis, atau profesi adalah hal wajar. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tidak dijadikan alasan untuk memisahkan satu sama lain. “Kerukunan adalah kekayaan terbesar Indonesia, lebih berharga dibandingkan ekspor minyak, sawit, baterai, atau komoditas lainnya. Boleh bangga dengan keberhasilan ekspor, tetapi semua itu tidak ada artinya tanpa kerukunan di Indonesia,” ujarnya.
Menag juga meminta jajarannya untuk menonjolkan persamaan antarsesama, seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. “Kementerian Agama tidak boleh mencontohkan perbedaan. Kemenag wajib menonjolkan persamaan,” tegasnya.
Selain itu, Menag mendorong penyuluh agama menjadi lebih kreatif dalam menyampaikan pesan moderasi kepada masyarakat. “Jadilah manusia kreatif, apa pun agamanya. Kami akan memberikan apresiasi kepada penyuluh yang kreatif,” tambahnya.
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menyebut, Kemah Moderasi Beragama merupakan wujud penguatan praktik moderasi yang telah diterapkan di sekitar 1.000 Kampung Moderasi Beragama (KMB) di Indonesia. Ia juga menegaskan pentingnya peran penyuluh sebagai garda terdepan menjaga harmoni sosial.
“Kegiatan ini menjadi ajang refleksi, penguatan kapasitas, dan momen untuk membangun kesadaran kolektif. Seluruh peserta diharapkan menjadi agen moderasi beragama yang mampu menyebarkan nilai-nilai moderasi ke daerah masing-masing,” jelas Kamaruddin.
Kemah Moderasi Beragama diisi berbagai kegiatan, seperti apel pembukaan, talkshow refleksi moderasi, pagelaran seni budaya lintas agama, dan eksplorasi Kampung Moderasi Beragama. Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Pernyataan Komitmen Aksi Tokoh Agama dan Penyuluh Lintas Agama untuk gerakan bersama menjaga lingkungan, disaksikan langsung oleh Menag.
Ba/Mr



