Jakarta, Bimas Islam – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional ke-4 di Indonesia resmi ditutup oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo HR Muhammad Syafi’i, di Jakarta, Sabtu malam (1/2/2025). Ajang ini mempertemukan para qari dan qariah terbaik dari 38 negara dengan total 60 delegasi.
Dalam sambutannya, Wamenag mengatakan, MTQ bukan sekadar kompetisi membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi menjadi momentum mempererat silaturahmi antarbangsa. “Kita sudah menyaksikan kepiawaian para peserta dalam melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an yang menggetarkan jiwa. Ajang ini bukan hanya sebatas kompetisi, tetapi sekaligus memperkokoh harmoni dan persaudaraan dalam bingkai Islam,” ujarnya.
Wamenag juga mengajak seluruh umat Islam untuk merefleksikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam menjaga keseimbangan hubungan dengan Allah (hablum minallah), sesama manusia (hablum minannas), serta lingkungan dan makhluk lainnya (hablum minal ‘alam).
“Surah Ar-Rum ayat 41 mengingatkan kita untuk memelihara lingkungan karena peruntukkannya kembali pada manusia,” jelasnya.
Menurut Wamenag, tema MTQ internasional yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan sangat relevan bagi Indonesia maupun negara-negara yang ikut berkompetisi. Wamenag pun memperkenalkan salah satu kebijakan yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto, yaitu swasembada energi melalui pengembangan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
“Bangsa Indonesia patut bersyukur, karena Presiden juga mengusung tema pelestarian lingkungan, dan telah menetapkan kebijakan untuk swasembada energi, yang tidak mendatangkan kerusakan dalam kehidupan kita,” katanya.
Sejalan dengan itu, Wamenag juga menyebut, Kemenag memiliki program Green KUA yang dibangun pada 2025 dengan konsep ramah lingkungan. “Sebanyak 160 Green KUA dibangun tahun ini, sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan,” tambahnya.
MTQ Internasional ke-4 ini mempertandingkan dua cabang lomba, yaitu tilawah dan tahfiz Al-Qur’an. Sebanyak 60 delegasi dari empat benua lolos ke babak grand final, terdiri atas 17 peserta tilawah putra, 7 peserta tilawah putri, 19 peserta tahfiz putra, dan 17 peserta tahfiz putri. Selain kompetisi, acara yang berlangsung dari 28 Januari hingga 2 Februari 2025 ini juga diisi dengan seminar, pameran kaligrafi internasional, lokakarya penulisan Al-Qur’an, serta _city tour _ di tiga lokasi.
Berikut Peserta Terbaik Musabaqah Tilawatil Qur’an Internasional ke-4 Tahun 2025 di Indonesia:
Cabang Tilawah Al-Qur’an
Qari Terbaik
1.Imranul Karim (Indonesia)
2.Sayed Rohullah Hashimi (Afganistan)
3.Ahmad Safi Abo Omaralhalabi (Suriah)
Qari’ah Terbaik
1.Diana Abdul Jabar (Indonesia)
2.Sabaha Pato Salik (Filipina)
3.A’tiqah Binte Suhaimi (Singapura)
Cabang Hifzh Al-Qur’an
Hafizh Terbaik
1.Yasin Albar (Indonesia)
2.Emad Mustafa Hasan Aldubbati (Libya)
3.Aiemiddin Fakhrudinov (Rusia)
Hafizhah Terbaik
1.Nafisatul Millah (Indonesia)
2.Muna Abdifatar Abdifarah (Kenya)
3.Asyfa Eza (India)
Wamenag memberi ucapan selamat kepada para pemenang yang telah menunjukkan prestasi terbaiknya. “Kemenangan sejati bukan hanya milik mereka yang meraih juara, tetapi juga bagi semua yang terus berusaha mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Wcp/Mr



