Jakarta, Bimas Islam -- Menutup gelaran Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2024, Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuki menekankan pentingnya penyuluh agama dalam menguasai media sosial. Menurutnya, media sosial merupakan medan perjuangan baru yang harus dihadapi dengan strategi dan adaptasi yang cepat, seiring dengan berkembangnya tantangan dalam menjaga keutuhan bangsa dan keberagaman.
Dalam sambutannya, Wamenag menyampaikan kebanggaannya terhadap PAI yang aktif di media sosial. Ia menegaskan, media sosial merupakan sarana perjuangan yang tidak bisa diabaikan. Dengan penguasaan media sosial, para penyuluh diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga semangat keberagaman beragama yang telah diwariskan para pendahulu bangsa.
Wamenag menegaskan, adaptasi cepat dalam penguasaan media sosial menjadi kunci bagi para penyuluh agama untuk tetap relevan dan efektif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan. “Pertarungan hari ini ada di pertarungan media sosial,” tegas Saiful dalam acara penutupan PAI Award 2024 di Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Selain sebagai alat penyuluhan, media sosial juga menjadi platform bagi penyuluh agama untuk merespons isu-isu yang berkembang di masyarakat secara real-time. Wamenag juga menekankan pentingnya soliditas di kalangan penyuluh agama dalam menghadapi tantangan ini.
“Kita harus waspada, kita harus kuat, kita harus mampu menjaga soliditas kita,” ujar Wamenag.
Dikatakan Wamenag, penguasaan terhadap teknologi dan platform digital yang terus berkembang bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi lebih kepada memastikan bahwa pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh generasi muda.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, Wamenag berharap para penyuluh agama Islam dapat menjadi agen perubahan yang aktif di dunia maya. Dengan begitu, mereka tidak hanya mempertahankan nilai-nilai agama yang moderat, tetapi juga memperkuat toleransi antarumat beragama di Indonesia.
“Media sosial mempunyai dua mata pisau. Satu sisi kita bisa manfaatkan sebagai sarana kita untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat, kepada umat, kepada seluruh warga negara bangsa ini. Namun, media sosial bisa menjadi ancaman jika tidak digunakan dengan bijak, terutama oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas dan keberagaman di Indonesia," ungkapnya.
Pada gelaran PAI Award tahun ini, Kemenag memberi penghargaan kepada Penyuluh agama Islam yang aktif di media sosial dalam kategori "Social Media Influencer", yang dimenangkan oleh:
1. Jihan Asfia Hamida asal Sulawesi Tenggara dengan akun Instagram @jihanasfiah
2. Deni Puji Utomo asal Sulawesi Tenggara dengan akun Instagram @denikemenag, dan
3. M. Hudori asal Jawa Barat dengan akun Instagram @Fiqh_Keluarga
Fn/Mr



