Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin memberi amanat terkait tantangan Bimas Islam di tahun politik. Isu tahun politik menjadi hal yang paling disorot dan harus ditangani dengan kehati-hatian. Bimas Islam harus berperan sebagai garda terdepan dalam meminimalisasi isu politik identitas, melalui rancangan strategi yang telah diformulasi dalam Rakernas Bimas Islam.
"Di antara tantangan terbesar di tahun politik adalah membesarnya politik identitas. Politik identitas tidak bisa dicegah, yang bisa kita lakukan adalah mitigasi. Ini terjadi di seluruh dunia, tidak hanya Indonesia," pesan Kamaruddin dalam Rakernas Bimas Islam di Hotel Mercure Ancol, Rabu (15/2/2023).
"Di sinilah kehadiran Bimas Islam untuk melakukan langkah antisipatif melalui program yang sudah kita rumuskan bersama," lanjutnya.
Setelah penyampaian hasil finalisasi rencana aksi program Ditjen Bimas Islam Tahun 2023, Kamaruddin berpesan, tugas Bimas Islam saat ini adalah melaksanakannya, meskipun banyak tantangan ke depan terutama di tahun politik. "Tugas kita sekarang melaksanakan apa yang sudah dirumuskan. Semua sangat komprehensif dan challenging," ungkap Kamaruddin.
Menutup Rakernas, Kamaruddin optimis di tahun 2023 Bimas Islam akan memberi pelayanan maksimal dengan penuh komitmen. "Di tahun 2023 ini, saya yakin dengan kekompakan dan komitmen kita semua untuk terus memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara," pungkasnya.
Rangkaian Rakernas Bimas Islam di Hotel Mercure berlangsung empat hari, 13-16 Februari 2023 di Hotel Mercure, Ancol. Kegiatan ini dihadiri para pejabat eselon II Ditjen Bimas Islam, para Kakanwil Kemenag Provinsi, dan Kepala Bidang Bimas Islam seluruh Indonesia.
(Penulis: Fn/Mr)



