Pontianak, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi mengatakan, umat Islam masa kini masih menghadapi dua tantangan besar. Dua tantangan ini meliputi kemandirian ekonomi dan digitalisasi.
"Kita masih menghadapi tantangan kemandirian umat beragama. Jumlah umat ini besar, tapi belum sepenuhnya mandiri," ungkap Zayadi secara daring pada Uji Publik Materi Keislaman (Penguatan Moderasi Beragama) Melalui Majelis Taklim di Pontianak, Senin (14/11/22).
Tantangan ini, lanjutnya, bisa diatasi dengan memperbanyak pengajaran konten muamalah kepada masyarakat. Ia menyatakan, materi kajian keislaman yang disampaikan majelis taklim, lembaga dakwah, dan tokoh agama masih didominasi tema doktrin eskatologis.
"Kita juga tengah menghadapi tantangan digitalisasi. Saya mengajak seluruh pihak, terutama pengelola majelis taklim dan lembaga dakwah untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial dan digital dalam menyampaikan pembinaan kepada masyarakat," sambungnya.
Zayadi menambahkan, Indonesia saat ini didominasi penduduk urban. Katanya, masyarakat urban cenderung melek teknologi dan kritis dalam menerima informasi. Selain itu, penyampaian dakwah melalui media digital perlu dikembangkan karena bisa lebih luas dalam menjangkau masyarakat.
"Kalau dakwah hanya pada ruang terbatas secara offline, penikmatnya pun terbatas. Kita harus kreatif dan dinamis dengan menggunakan perangkat teknologi dan media sosial dalam memberikan layanan keagamaan kepada umat," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



