Jakarta, Bimas Islam --- Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan dinamis pada saat ini menjadi suatu tantangan bagi umat Islam sebagai pemeluk agama dengan jumlah terbanyak di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar yang mendorong umat Islam selalu memperbaharui literasi dan keilmuan mereka, agar tidak tergerus oleh perubahan zaman yang semakin dinamis.
"Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi umat Islam, sebagaimana ayat pertama yang turun adalah 'Iqro' yang berarti 'Bacalah'. Membaca sampai mengerti suatu ilmu pengetahuan, dan mengamalkannya," papar Fuad, pada Jumat (26/2).
Fuad menuturkan pada masa kejayaannya, umat Islam selalu menorehkan tinta emas dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan hingga saat ini masih diterapkan dan dikembangkan untuk membantu peradaban seluruh umat manusia.
"Di masa kejayaan Islam, kita mengenal sarjana-sarjana Muslim terkemuka. Tak hanya di kawasan Timur Tengah, tapi juga di seluruh dunia seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, Al Kindi, dan lain sebagainya," terang Fuad.
Oleh karena itu, ia meminta umat Islam di Indonesia untuk memperluas kembali literasi akan ilmu pengetahuan sehingga memunculkan para ilmuwan, cendekiawan, dan intelektual Muslim yang kompeten di bidangnya masing-masing.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



