Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urais Binsyar, Moh. Agus Salim menjelaskan, unifikasi kalender Hijriah merupakan ikhtiar dari Kementerian Agama untuk menyatukan persepsi umat Islam tentang sistem penanggalan tahun Hijriah. Hal ini disampaikan Agus saat berbincang dalam acara Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) secara virtual, melalui channel YouTube Ditjen Bimas Islam TV, Jumat (3/9/2021).
Agus mengemukakan, pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai kapan jatuhnya 1 Ramadan dan 1 Syawal karena masih adanya perbedaan pendapat. Oleh sebab itu, unifikasi kalender Hijriah ini sedang diupayakan oleh tim dari Subdit Hisab Rukyat dan Syariah Direktorat Urais Binsyar.
"Memang ini tidak mudah untuk menyamakan persepsi dengan keyakinan dari masing-masing pihak organisasi keagamaan lainnya," ujar Agus.
Agus menjelaskan, upaya untuk menyatukan kalender Hijriah ini terus dilakukan dengan sejumlah pakar falakiyah dari berbagai pihak, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Planetarium, dan sejumlah akademisi dari Perguruan Tinggi lainnya.
"Insyaallah sekarang ini kita sedang buat naskah akademik karena melibatkan berbagai pihak, mudah-mudahan pada akhirnya nanti segera terwujud," imbuhnya.
Agus mengakui, dalam setiap dialog yang dilakukan bersama sejumlah pakar falakiyah dan para akademisi terjadi dinamika perbedaan pandangan. Namun, perbedaan tersebut tetap dalam bingkai persaudaraan yang erat.
"Dalam pembahasan pasti adanya adu argumen karena mereka memiliki metodologi masing-masing, tapi saya rasa justru semakin baik," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



