Yogyakarta, Bimas Islam -- Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kementerian Agama akan membangun Zona Layanan Percetakan dan Zona Layanan Literasi Keagamaan Islam. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan layanan percetakan Al-Qur'an bagi masyarakat dan menguatkan pemahaman masyarakat mengenai seluk-beluk Sejarah Mushaf al-Qur'an. Program tersebut juga akan menjadi salah satu alternatif destinasi wisata religi. Demikian disampaikan Kepala UPQ Jamaludin M. Marki saat ditemui di sela kegiatan Peningkatan Kompetensi Pegawai Unit Percetakan Al-Qur'an yang digelar di The Cangkringan Jogja Villa dan Hotel Sleman, Yogyakarta, Rabu-Sabtu (1-4/3/2023).
"Jadi tahap awal, Insya Allah di tahun ini akan dibangun Zona Layanan Percetakan mushaf Al-Qur'an. Sedangkan Zona Literasi, Insya Allah akan dibangun tahun 2024," katanya, Kamis (2/3/2023).
Ia menyampaikan, Zona Literasi juga akan menyediakan perpustakaan serta beragam fasilitas yang berkaitan dengan sejarah dan pengetahuan mengenai al-Qur'an.
"Tentunya nanti bukan hanya al-Qur'an saja, tapi (juga) aspek sejarah turunnya wahyu, masuknya Islam ke Indonesia, sampai perkembangan percetakan al-Qur'an. Bahkan ke depan akan ada semacam dioramanya, ada aspek digital seperti konten layanan," ujarnya.
"Tujuannya, kita akan memberi akses yang bermanfaat bagi masyarakat, pengetahuan terkait seluk-beluk al-Qur'an. Akan disediakan juga zona ramah anak, pembelajaran kaligrafi, dan penyediaan konten layanan bagi saudara-saudara Muslim penyandang Disabilitas Sensorik Netra, juga pengembangan pembelajaran mushaf bahasa isyarat, yang saat ini sedang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an," pungkasnya.
Msk/Mr



