Lombok Barat, Bimas Islam --- Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh wilayah Indonesia sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Salah satunya adalah Bahri Ahad, pengrajin peci songkok, warga Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Bahri mengaku, selama pandemi Covid-19 lalu, dirinya terpaksa harus menghentikan produksi pembuatan peci songkok miliknya secara total. Hal ini, menurutnya, karena tidak ada satu pun wisatawan yang berkunjung ke Lombok Barat.
"Peci songkok ini biasanya untuk oleh-oleh para wisatawan, tapi karena semua tempat wisata ditutup total, saya sama sekali tidak melanjutkan produksi," ungkapnya kepada bimasislam, Jumat (10/6/2022).
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, lanjut Bahri, ia bekerja serabutan demi menafkahi istri dan anaknya. Namun saat ini, ia bersyukur telah terpilih sebagai salah satu penerima manfaat dari program KUA Percontohan Ekonomi Umat.
"Rencananya bantuan modal dari Kemenag ini akan saya belikan mesin jahit baru untuk menambah produksi. Karena biasanya kami menerima orderan dalam satuan kodi," lanjutnya.
Sebagai informasi, KUA Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu dari 12 KUA Percontohan Ekonomi Umat yang telah diresmikan oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



