Jakarta, Bimas Islam -- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag telah meluncurkan program Inkubasi Wakaf Produktif untuk memberdayakan aset wakaf agar mempunyai nilai ekonomis. Salah satu penerima manfaat program Inkubasi Wakaf Produktif adalah Yayasan Bukit Shafa di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Pengurus Nazir Yayasan Bukit Shafa, Tengku Darwinsyah mengemukakan, pada awalnya terdapat lahan kosong seluas 1,5 hektare di kawasan Pondok Pesantren Bukit Shafa yang mereka coba produktifkan. Namun, karena kurangnya pemahaman tentang bercocok tanam, upaya tersebut kurang maksimal.
"Awalnya, kami menanami dengan cabai, jahe merah, dan alpukat. Tapi ternyata hasilnya tidak terlalu bagus karena sejumlah kendala dan ilmu yang kita miliki," ungkap Darwin saat menjadi narasumber acara Obsesi melalui _channel Youtube_ Bimas Islam TV, Jumat (16/12/2022).
Darwin mengatakan, belajar dari pengalaman tersebut, pihaknya menggandeng BWI Provinsi Aceh dan Kankemenag Kabupaten Bener Meriah. Hasilnya, Yayasan Bukit Shafa terpilih untuk mendapatkan bantuan dari program Inkubasi Wakaf Produktif pada tahun 2021 lalu.
"Setelah melakukan riset, akhirnya kami memutuskan untuk beralih ke tanaman kopi robusta. Alhamdulillah, perkembangannya saat ini cukup baik dan insyaallah akan panen perdana pada April mendatang," lanjutnya.
Darwin menyampaikan, tanaman kopi merupakan salah satu komoditas utama di Kabupaten Bener Meriah. Untuk itu, ia meyakini pemasaran dari produksi kopi saat panen nanti akan lebih mudah.
"Sebelum panen saja, sudah banyak permintaan dari para pengepul di sekitar pondok pesantren. Mudah-mudahan nanti hasilnya akan maksimal," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



