Ciawi, Bimas Islam – Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama akan meluncurkan Al-Qur'an edisi khusus dengan hiasan khas Nusantara. Hal itu disampaikan Kepala UPQ, Ismail Nur dalam acara Pengenalan Unit Percetakan Al-Qur'an di Ciawi, Senin (10/2/2025).
"Setiap juz akan memiliki hiasan unik yang merepresentasikan 30 provinsi di Indonesia. Satu juz, satu hiasan dengan border khas daerah masing-masing," ujar Ismail.
Ia mencontohkan, Sulawesi Selatan akan menampilkan motif aksara Lontara, sedangkan Jakarta dihiasi corak atap rumah Betawi. Desain ini bertujuan menonjolkan identitas lokal sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia.
Kaligrafi dalam mushaf ini dikerjakan oleh tim dari Lembaga Kaligrafi Al-Qur'an (Lemka), institusi yang berpengalaman dalam seni kaligrafi Islam. "Kami bekerja sama dengan Lemka untuk memastikan kualitas khat yang akan digunakan," kata Ismail.
Menurutnya, Al-Qur'an terbitan luar negeri, seperti dari Arab Saudi dan Eropa, umumnya tidak memasukkan unsur lokal. Dengan sentuhan khas Nusantara, UPQ ingin umat Muslim Indonesia merasa lebih dekat secara budaya dengan kitab sucinya.
"Kalau terbitan Arab Saudi, dari juz pertama sampai juz 30 tampilannya sama, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keberagaman corak budaya yang bisa dihadirkan dalam mushaf ini," jelasnya.
Rencananya, peluncuran resmi akan digelar di Istana Negara dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Ramadan, bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur'an. Saat ini, dummy Al-Qur'an dengan hiasan khas Nusantara telah selesai, sementara versi utuhnya akan dirilis pada Juni 2025.
Fn/Mr



