Jakarta, Bimas Islam -- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf telah menggelar Workshop Kewirausahaan Pemberdayaan Ekonomi Umat di Jakarta, Senin-Rabu (24-26/7/2023).
Salah satu dari 120 peserta penerima manfaat adalah Sirojun dari binaan KUA Denpasar Timur, Bali yang memiliki usaha jajanan basah. Ia mengaku, usahanya berkembang pesat setelah terpilih menjadi penerima manfaat pada 2021.
"Dengan bimbingan dari KUA dan BSM, kita lebih mengerti cara mengelola keuangan, bagaimana cara menghitung HPP, keluarga kita lebih dekat karena ekonomi kita lebih berkembang dan tumbuh. Kami dibantu untuk berinovasi. Saya harap melalui program ini, kita bisa menjadi muzaki," ucap Sirojun kepada wartawan, Rabu (27/7/2023).
Selain itu, penerima manfaat yang juga terpilih pada tahun 2021 adalah Muntahar, petani jahe binaan KUA Matangkuli, Aceh. Ia mengatakan, melalui program ini, ia mendapatkan pengalaman, pengetahuan, dan teman-teman yang luar biasa.
"Untuk saat ini, usaha saya masih berlanjut. Ada banyak perkembangan dan inovasi. Semoga usaha ini terus menjadi lebih baik. Saya memiliki kesan yang sangat baik terhadap pembinaan yang dilakukan oleh KUA atau dari pusat (Kemenag) di mana kita dapat ilmu, pengalaman, dan manfaat berbentuk materiel atau dukungan lain untuk perkembangan usaha kami," tutur Muntahar.
Selanjutnya, penerima manfaat lainnya yang merupakan pengusaha warung makan binaan KUA Heram Papua, Putri Ariani mengaku lebih efisien dalam memasak, karena telah mampu membeli kompor gas.
"Pembinaan dari LAZ Assalam sangat bisa membantu untuk mengelola dan memberi pengetahuan terkait usaha. Saya juga bangga bisa ada disini, banyak pengalaman yang didapat," ujar Ariani.
Workshop Kewirausahaan Pemberdayaan Ekonomi Umat diikuti 120 peserta yang terdiri dari para penerima manfaat dari 36 KUA di Indonesia. Acara ini juga dapat disaksikan melalui kanal Youtube Literasi Zakat Wakaf.
Fn/Mr



