Jakarta, Bimas Islam --- Usai melaksanakan kegiatan rutin setiap malam Jumat, jemaah Majelis Taklim Nurul Huda Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh berdiskusi santai. Di tengah diskusi meluncurlah ide salah satu jemaah untuk membuka usaha produksi tahu.
"Ada jemaah dari kalangan ekonomi menengah ke atas yang punya ide membua usaha produksi tahu. Sebagai Penyuluh Agama Islam, saya tergerak untuk mendampingi," ungkap Imam Subawaihin, Penyuluh Agama Islam KUA Sungai Pinyuh kepada bimasislam, Jumat (13/5/22).
Guna menyukseskan usaha tersebut, diundanglah salah satu pengusaha tahu dari Pulau Jawa. Pengusaha ini datang langsung mengajarkan cara membangun usaha produksi tahu hingga ke pemasaran.
"Alhamdulillah berjalan lancar. Setelah dua tahun berkembang pesat hingga banyak permintaan dari desa dan kecamatan lain," ungkap Imam.
Selain pendampingan ekonomi umat berupa usaha produksi tahu, Imam juga rutin mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak melalui TPQ Hikmatun Balighoh. Bermula dari 8 santri, TPQ yang didirikan Imam pada 2015 kini memiliki 80 santri.
"Tentu saja kita rutin menyampaikan pemahaman moderasi beragama kepada masyarakat. Apalagi masyarakat di sini terdiri dari banyak suku, ras, agama, etnis, dan budaya sehingga sangat beragam. Moderasi beragama efektif untuk menyatukan masyarakat dalam bingkai bangsa Indonesia," pungkas Juara Harapan 2 Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional kategori non-PNS Tahun 2021 ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



