Jakarta, Bimas Islam — Pendakwah muda Ustaz Dennis Liem mengajak generasi Z menjadikan bulan Muharam sebagai momentum untuk melakukan reset spiritual. Ajakan ini ia sampaikan dalam acara Peaceful Muharam Bersama Gen-Z yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (27/6/2025).
Di hadapan ribuan peserta muda, Ustaz Dennis mengatakan bahwa tahun baru Islam bukan sekadar pergantian kalender, melainkan ruang reflektif untuk mengevaluasi arah hidup dan memperkuat hubungan dengan Allah Swt. “Muharam adalah waktu paling ideal untuk menekan tombol reset dalam hidup kita. Bukan cuma ganti kalender, tapi ganti orientasi. Apakah hidup kita masih berpihak pada Allah atau justru makin jauh dari-Nya?” ujarnya.
Ia mengungkapkan tantangan yang dihadapi Gen-Z saat ini, seperti tekanan sosial, distraksi digital, dan krisis identitas. Menurutnya, tahun baru hijriah harus dimanfaatkan untuk menyusun ulang prioritas hidup.
“Gen-Z itu kreatif, adaptif, dan cepat. Tapi jangan sampai kehilangan arah. Kalau semua serba reaktif dan tanpa nilai spiritual, akhirnya kita lelah sendiri dan kosong,” katanya.
Ustaz Dennis juga mengingatkan bahwa spiritualitas bukan hanya milik kalangan tua atau santri. Generasi muda, menurutnya, harus berada di garis depan dalam membangun gaya beragama yang relevan dan membumi.
“Agama itu bukan beban, tapi bekal. Kalau Gen-Z ingin survive secara mental dan sosial, harus kembali pada nilai-nilai ilahi. Karena hanya Allah yang bisa stabilkan hati dan tujuan hidup kita,” jelasnya.
Ia turut mengajak generasi muda untuk tidak alergi terhadap istilah hijrah, melainkan memaknainya secara bertahap dan konsisten. “Hijrah itu bukan viral, bukan ganti tampilan, tapi ganti sistem nilai di dalam diri. Kita harus lebih jujur, lebih tenang, lebih bertanggung jawab,” imbuhnya.
Selain itu, Ustaz Dennis menekankan pentingnya membangun koneksi sosial yang sehat, menghindari konten digital yang merusak, serta menjadikan masjid dan komunitas sebagai ruang aman bagi pertumbuhan spiritual Gen-Z.
“Muharam ini harus jadi titik balik. Kalian yang ada di sini bukan anak-anak biasa. Kalian adalah calon pemimpin, pembuat konten dakwah, pembela kebenaran. Tapi semuanya dimulai dari niat yang lurus dan rutinitas yang bersih,” tegasnya.
Ia mengapresiasi kemasan acara Peaceful Muharam yang dinilai ramah terhadap generasi muda. Menurutnya, model dakwah seperti ini perlu diperbanyak agar lebih menyentuh kebutuhan spiritual anak muda masa kini. “Kita butuh lebih banyak ruang seperti ini. Talkshow, diskusi, konten, komunitas. Bukan ceramah satu arah, tapi percakapan dua arah yang menguatkan iman,” tuturnya.
Kegiatan Peaceful Muharam Bersama Gen-Z merupakan bagian dari rangkaian program nasional bertajuk Peaceful Muharam: Damai Bersama Manusia dan Alam, yang berlangsung pada 22 Juni hingga 16 Juli 2025. Rangkaian ini meliputi berbagai agenda edukatif dan inklusif seperti Car Free Day: Syiar Muharam, GAS Nikah with Habib Jafar, hingga Konferensi Internasional Islamic Ecotheology.
An/Mr



