Samarinda, Bimas Islam-- Sebagai bagian dari rangkaian acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXX di Kalimantan Timur, Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan 11 sesi talkshow hingga hari terakhir MTQ.
Sesi pertama adalah Talkshow Zakat Wakaf (Zawa) yang mengusung tema ”Mustahik Naik Kelas: Inspirasi Dampak Zakat melalui Program Kampung Zakat dan KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat”. Acara ini diikuti 130 pelajar se-Kota Samarinda.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghofur mengulas tentang program Kampung Zakat. “Ketika mendengar Kampung Zakat, jangan dibayangkan seperti kampung-kampung pada umumnya. Ini hanya istilah untuk menunjukkan bagaimana zakat dapat didistribusikan dan dimanfaatkan dengan tepat sasaran,” ujarnya, Senin (9/9/2024).
Ia menjelaskan, sasaran dari Kampung Zakat adalah masyarakat pedesaan yang tergolong sebagai mustahik, seperti anak-anak fakir, miskin, dan fisabilillah. Dikatakannya, tujuan dari Kampung Zakat adalah mengangkat kelas mustahik menjadi muzaki.
Selain itu, program Kampung Zakat juga bertujuan membantu BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) agar penyaluran zakat lebih tepat sasaran. Untuk itu, Waryono mengajak para pelajar untuk belajar tentang zakat dan menjadi duta zakat yang dapat mengedukasi masyarakat.
Di tengah sesi talkshow, Waryono bertanya kepada para peserta, “Siapa yang sudah belajar tentang zakat? Berapa besaran zakat perdagangan?” Ifa Daelah, siswa kelas X dari SMA Muhammadiyah menjawab bahwa zakat perdagangan adalah 2,5 persen. Sebagai apresiasi, Waryono memberi hadiah uang tunai sebesar Rp50 ribu kepada Ifa.
Waryono juga mengajak siswa dari sekolah umum untuk memahami zakat. “Jadi, adik-adik bisa _Go to School_ untuk memberi informasi tentang zakat,” pungkasnya.
Wcp/Mr



