Jakarta, Bimas Islam --- Lembaga Amil Zakat Inisiatif Zakat Indonesia (LAZ IZI) menyampaikan, variasi jenis usaha para penerima manfaat yang berbeda-beda menjadi tantangan dan peluang keberhasilan program KUA Percontohan Ekonomi Umat.
Hal ini disampaikan Manager Program Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan LAZ IZI, Ilham Ramdoni saat menjadi narasumber dalam acara NgabubuLIVE melalui akun Instagram @literasizakatwakaf, Selasa (26/4/2022).
Ilham memaparkan, jenis usaha para penerima manfaat yang sangat variatif membuat tim pendamping LAZ IZI harus kreatif dalam memotivasi mereka agar tetap konsisten dalam menjalankan usahanya.
"Salah satu contoh, di KUA Sewon, Bantul itu sangat beragam usahanya. Budidaya lele, percetakan sablon, dan ekspedisi pengiriman barang," papar Ilham.
Ilham mengatakan, selain menjadi tantangan, variasi usaha para penerima manfaat juga menjadi peluang dalam hal menciptakan pasar sendiri. Hal ini, lanjutnya, perlu diperkuat dengan membangun jejaring pemasaran bersama sejumlah stakeholder lainnya.
"Program pemberdayaan masyarakat ini tidak bisa berjalan sendiri, harus melibatkan berbagai stakeholder lainnya dalam rangka koordinasi dan kolaborasi," imbuhnya.
Ilham menambahkan, LAZ IZI ditunjuk untuk menjadi pendamping di empat KUA, yakni KUA Sematang Borang, Sumatera Selatan; KUA Gunung Toar, Riau; KUA Banjarnegara, Jawa Tengah; dan KUA Sewon, Yogyakarta.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



