Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Tarmizi Tohor mengatakan, ada peran wakaf pertanian dalam mendukung implementasi Program Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang digagas PBB. Peran tersebut dalam upaya pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, pertanahan, kecukupan air bersih, dan keselamatan iklim.
“Saat ini dukungan APBN pada sektor wakaf belum menjadi prioritas utama sehingga perlu didorong agar wakaf dapat menjadi contoh sukses program SDGS dan layak menjadi program prioritas nasional,” katanya saat memberikan materi talkshow bertajuk ‘Hidup Makin Barokah dengan Wakaf Pertanian Produktif’ via Zoom, Senin (02/08).
Direktur menjelaskan, wakaf pertanian dapat memberikan keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lingkungan. Seperti pada satu sisi tetap dilaksanakan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat dan pada sisi lain dilakukan kegiatan pelestarian lingkungan hidup secara integral dan berkelanjutan dengan menanami lahan yang berasal dari wakaf dengan berbagai tumbuhan dan tanaman.
“Wakaf pertanian dapat mengurangi lahan yang digunakan untuk lahan pemukiman dan industri,” ujarnya.
Direktur berharap ke depannya seluruh lembaga pengelola wakaf mengembangkan lebih banyak program wakaf pertanian produktif agar target melahirkan umat sejahtera bisa terealisasi.
“Saya sangat berharap potensi wakaf pertanian bisa digunakan sebaik-baiknya untuk memperbaiki ekonomi umat Islam,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



