Tangerang Selatan, Bimas Islam --- Berdakwah di wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terpencil) tak ubahnya berjaga-jaga di perbatasan layaknya mujahid di medan jihad ( ribath). Alhasil, para dai di wilayah 3T bisa dikategorikan sebagai murobathoh.
"Menjaga daerah perbatasan sehari saja oleh ulama atau umara atau dai lebih baik dari dunia dan apa yang ada di dalamnya," ungkap Wakil Ketua (Waket) Komisi Dakwah MUI Pusat, KH. Ahmad Agus Abdul Ghofur mengutip hadis keutamaan ribath saat menjadi narasumber dalam Harmonisasi Dakwah Islam di Wilayah 3T di Hotel Qubika Boutique, Tangerang Selatan, Jumat (19/11/21).
Ahmad menambahkan, dalam riwayat lain dari sahabat Nabi, Salman Al-Farisi, orang yang melakukan _ribath_ selama sehari semalam lebih baik dari puasa selama sebulan lengkap dengan salat malam.
Terkait dakwah di wilayah 3T, Ahmad juga menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama. Menurutnya, sinergi ini merupakan keharusan bagi keberhasilan dakwah di wilayah 3T.
"Apabila ulama dan umara berkolaborasi dengan baik, kompak, bersinergi, maka umat akan salih, sejahtera, makmur, tercerahkan, dan terdidik dengan baik," tegasnya.
"Para dai di daerah perbatasan insyaallah mendapatkan pahala jihad di jalan Allah. Jika wafat insyaallah syahid," pungkasnya dalam acara yang dilaksanakan oleh Subdit Hari Besar Islam (HBI) dan Dakwah Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



