Jakarta, bimasislam --- Satu dekade terakhir ini, santri-santri di tanah air telah banyak berkontribusi mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional melalui berbagai cabang perlombaan, baik itu olahraga, sains, matematika, robotik, debat bahasa, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) maupun Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ). Hal tersebut merupakan bukti bahwa para santri di Indonesia adalah generasi yang unggul, tangguh dan ulet.
Demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin saat mewakili Menteri Agama Menutup Musabaqah Hifzhil Quran IV Tingkat ASEAN di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Senin (12/11).
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen berpesan kepada para santri sebagai calon generasi penerus bangsa, untuk tidak hanya pandai membaca kitab kuning dan hafal Alquran, tapi juga harus mandiri, berdikari, cerdas dan menguasai teknologi.
"Karena itu, santri-santri milenial harus belajar tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, agar pada saatnya tiba, para santri tidak kedodoran dan gagal orientasi,” katanya.
Para santri, imbuh Dirjen, harus siap beradaptasi dan berkontestasi dengan komponen bangsa yang lain, tanpa menanggalkan identitas kesantrian mereka yang santun, toleran, bersahaja, jenaka dan tahan uji.
Selain itu, imbuh Dirjen, tentu saja para santri juga harus terus menghafal ayat demi ayat Kitab Suci Alquran. Kehadiran para santri sebagai penghafal Alquran ini, juga tidak boleh melupakan jerih payah para guru pesantren tahfidz yang tersebar di pelosok-pelosok tanah air.
"Tanpa kenal lelah, ustadz dan ustadzah rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan bahkan material demi tujuan mulia ini," ujar Dirjen.
Dirjen mengatakan, pelaksanaan Musabaqah Hifzhil Quran adalah sebuah upaya dalam rangka memacu pengembangan hafalan Alquran para santri. Mantan Rektor IAIN Gorontalo itu berpesan agar upaya yang dilakukan tidak berhenti sampai di sini.
“Kegiatan religius dan sarat dengan syiar Islam ini akan menjadi sia-sia dan percuma apabila tidak meninggalkan bekas dan pengaruh di tengah masyarakat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Dirjen berharap suasana yang kondusif, damai dan religius serta bebas konflik yang terwujud sekarang ini, tetap terpelihara dan terus dikembangkan demi keutuhan, kedamian dan rahmat bagi semesta.
Penulis : nhkurniawan
Editor : sigit
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



