Jakarta, Bimas Islam -- Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmad Dasuki membacakan sambutan Menteri Agama dalam peringatan Tahun Baru 1445 H bertema 'Merawat Kerukunan, Perkokoh Semangat Kebangsaan' di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (26/7/2023).
Ia menyampaikan, dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad, salah satu hikmah yang dapat dipetik adalah bagaimana agama dan kemanusiaan bisa diposisikan berdampingan.
“Identitas keberagamaan tidak sepatutnya memutus tali silaturahmi hubungan kemanusiaan di antara kita. Agama dan kemanusiaan bukan untuk dihadap-hadapkan, apalagi dibeda-bedakan,” ujarnya.
Bagi Wamenag, agama justru datang untuk kemanusiaan, yakni dengan cara memelihara agama, jiwa, akal, kehormatan, serta harta.
Ia pun mengajak anak bangsa untuk memetik hikmah dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dengan menjaga semangat, menguatkan kesalehan individu secara vertikal kepada Allah SWT, dan menguatkan kesalehan sosial secara horizontal dengan berkomitmen terhadap nilai-nilai universal dalam konteks memuliakan martabat manusia, sehingga tercipta Indonesia yang harmonis.
Wamenag melanjutkan, peristiwa hijrah Nabi Muhammad merupakan strategi brilian dalam penyebaran risalah Islam.
“Peristiwa hijrah Nabi merupakan strategi brilian dalam menyebarkan risalah Islam. Hijrah juga upaya dalam menyelamatkan umat manusia dari berbagai bentuk kegelapan, baik aspek keimanan, kemanusiaan, moralitas, maupun ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Keputusan Nabi untuk berhijrah ke Kota Madinah, imbuhnya, merupakan strategi yang bukan hanya berorientasi pada pengembangan Islam sebagai agama, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai universal.
“Peristiwa hijrah menjadi motivasi kita semua, bahwa perjuangan dalam mengangkat nilai-nilai universal merupakan perjuangan yang pasti mendapat rida Allah SWT," tandasnya.
Ba/Mr
*Fotografer: Luthfi
*Fotografer: Luthfi



