Jakarta, Bimas Islam -- Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuki menekankan, pentingnya inovasi, adaptasi, dan pemanfaatan teknologi digital dalam tugas-tugas dakwah dan penyuluhan keagamaan. Ia menegaskan, di era digital ini, penyuluh agama harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar pesan-pesan keagamaan tetap relevan dan mudah diterima masyarakat luas.
“Terus tingkatkan profesionalitas bapak/ibu (PAI) sekalian melalui inovasi dan adaptasi terhadap perubahan zaman. Jadikanlah teknologi digital sebagai sarana untuk memperluas jangkauan penyuluhan," ujar Wamenag saat menutup kegiatan PAI Award 2024 di Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Wamenag menggarisbawahi kemajuan teknologi yang tidak bisa dihindari. Dalam konteks dakwah, penyuluh agama dituntut untuk bisa mengadaptasi teknologi digital sebagai alat utama dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital akan menentukan efektivitas penyuluhan di era modern ini.Transformasi ini, lanjutnya, harus dilakukan tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan utama dalam penyuluhan agama Islam.
“Kita tidak bisa menolak kemajuan zaman hari ini. Teknologi digital dan transformasi digital harus mampu kita adaptasikan dengan diri kita,” tegas Wamenag.
Wamenag juga mengingatkan para penyuluh untuk tetap menghargai dan mempertahankan nilai-nilai lokal yang ada di masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai lokal ini merupakan ruh dari setiap aktivitas penyuluhan. Namun, ia juga menegaskan pentingnya kreativitas dalam mengemas pesan-pesan agama agar lebih mudah diterima masyarakat.
“Keberadaan Penyuluh Agama Islam harus mampu beradaptasi dengan nilai-nilai lokal yang ada di masyarakat. Tapi juga diingat, penyuluh agama harus mampu beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, termasuk transformasi digital,” pungkasnya.
Fn/Mr



