Terlihat Direktur Jenderal Bimas Islam, Kamaruddin Amin menggunakan pakaian adat Sulawesi Selatan. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib menjadi petugas pembaca doa. Seluruh pejabat dan ASN Ditjen Bimas Islam menggunakan pakaian adat tradisional yang beragam.
Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki selaku inspektur upacara memaparkan, HUT RI kali ini tidak hanya menjadi ajang peringatan rutin, tetapi juga momentum penting bagi Kemenag untuk memperkuat langkah menuju pembangunan nasional. Ia menekankan, setiap insan di Kemenag bertanggung jawab untuk menjaga harmoni dan keberagaman di Indonesia.
"Kemerdekaan adalah amanah yang harus dijaga dan dirawat demi kemajuan bangsa," ungkap Wamenag.
Peringatan kemerdekaan yang disambut meriah di seluruh pelosok negeri ini juga menjadi simbol penghormatan kepada para pendiri bangsa. ASN di Kemenag, menurut Wamenag, menjadikan HUT RI sebagai spirit untuk terus menjaga harmoni di Indonesia. Bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga bentuk syukur atas kemerdekaan yang lahir dari ide dan gagasan besar untuk melayani masyarakat.
Dalam upacara tersebut, Wamenag juga mengingatkan pentingnya integritas dan profesionalitas bagi setiap ASN. Ia menekankan, ASN harus siap menghadapi berbagai tantangan dengan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan itu harus diawali dengan komitmen memperluas ruang belajar.
"Kita harus menjadi teladan dalam menjalankan tugas, memastikan bahwa setiap keputusan didasarkan pada nilai-nilai luhur agama dan Pancasila," tegasnya.
Kemenag sendiri telah menyiapkan berbagai program peningkatan kapasitas ASN agar siap beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi semua elemen bangsa untuk mencapai cita-cita nasional.
"Ruang belajar akan menjadi kawah candradimuka bagi ASN guna menghadapi beragam tantangan di depan mata," kata Wamenag.
Political will untuk memperkuat kolaborasi baik internal maupun eksternal juga menjadi sorotan penting dalam upacara kali ini. Ia menekankan bahwa tanpa kerja sama yang baik, kemajuan tidak akan tercapai.
"ASN Kemenag harus mampu menjalin komunikasi yang baik, berbagi pengetahuan, dan saling mendukung demi tercapainya cita-cita nasional," tambahnya.
Sebagai penutup, Saiful memberi pesan mengenai tanggung jawab ASN dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia menegaskan, ASN Kemenag harus berada di garis terdepan dalam mengawal keberagaman yang inklusif, moderat, dan toleran.
"Pastikan Kemenag hadir sebagai pelayan masyarakat yang profesional," pungkasnya.
Fn/Mr



