Jakarta Barat, Bimas Islam --- Kepala Kantor Kemenag (Kakankemenag) Jakarta Barat (Jakbar), Mukhobar menyampaikan pentingnya Penyuluh Agama Islam sebagai aktor dalam meneguhkan Pancasila di tengah kebhinekaan bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan Mukhobar dalam webinar bertajuk Melek Wawasan Kebangsaan, Menangkal Ideologi Ekstrem yang diikuti Penyuluh Agama Islam PNS dan non-PNS dari berbagai daerah.
"Pancasila merupakan titik temu bagi pluralitas bangsa Indonesia. Para pendiri bangsa mencari maslahat di tengah perbedaan sehingga lahirlah Pancasila sebagai ideologi negara. Penyuluh Agama harus menjadi agen dalam mempertahankan Pancasila dan menangkal ideologi yang merusak kebhinekaan," ungkap Mukhobar melalui pesan tertulis yang diterima bimasislam, Selasa (24/8/21).
Dalam webinar yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Jakarta Barat ini, Mukhobar juga menyampaikan pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Untuk menghindari perpecahan yang timbul akibat adanya perbedaan keyakinan adalah melalui moderasi beragama. Setiap orang berhak meyakini ajaran agamanya namun tidak boleh memaksakan kehendak dan melakukan kekerasan atas nama agama," imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Pokjaluh Jakbar, Muhammad Shofi menambahkan, wawasan kebangsaan amat penting bagi Penyuluh Agama dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai negara yang rukun, damai, dan maju.
"Pemahaman yang tepat mengenai wawasan kebangsaan bagi Penyuluh Agama akan berdampak pada terciptanya kerukunan umat beragama dan loyalitas terhadap NKRI," tutup Shofi.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



