Jakarta, Bimas Islam – Sebanyak 300 siswi Madrasah Aliyah Attaqwa Pusat Bekasi mengunjungi Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) di Ciawi, Bogor. Kunjungan ini merupakan bagian dari program sekolah yang bertujuan mengedukasi para siswi mengenai proses percetakan Al-Qur'an serta mengenalkan UPQ dan Pusat Literasi Keagamaan Islam (PLKI).
Pentashih Mushaf Al-Qur’an UPQ, Asep Rifqi Abdul Aziz, menyambut baik kunjungan siswi Madrasah Aliyah Attaqwa Pusat tersebut. "Kegiatan seperti ini bermanfaat tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi instansi lain yang ingin memahami UPQ dan PLKI, asalkan mengirimkan surat permohonan kunjungan kepada kami," kata Asep kepada wartawan, Jumat (1/11/2024).
Asep menambahkan, kunjungan ini juga bermanfaat bagi UPQ, karena mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya generasi muda. "Kami berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat, terutama para pelajar, semakin memahami peran kami di UPQ,” ujarnya.
Kunjungan dimulai dengan sesi perkenalan yang dipandu tim UPQ. Para siswi diajak melihat proses penyusunan dan pencetakan mushaf Al-Qur’an. Setiap tahapan dijelaskan secara rinci, dan para siswi berkesempatan berinteraksi untuk memperdalam pemahaman mereka.
Setelah itu, para siswi mengunjungi PLKI, yang terdiri dari empat bagian utama: Galeri, Perpustakaan, Museum, dan Arsip. Di galeri, mereka menyaksikan koleksi visual mengenai sejarah dan perkembangan mushaf Al-Qur'an di Indonesia. Di perpustakaan, para siswi menemukan berbagai kitab dan literatur yang menambah wawasan mereka tentang studi Al-Qur’an dan Islam.
Pada bagian museum, siswi melihat koleksi naskah-naskah Al-Qur'an kuno, sementara di bagian arsip, mereka diperkenalkan pada dokumen terkait pentashihan mushaf, termasuk terjemahan resmi. Kepala Madrasah Aliyah Attaqwa Pusat, Sahabiah, menyatakan kekagumannya terhadap fasilitas PLKI yang lengkap dan personel yang profesional. "Gedungnya megah, percetakan Al-Qur'annya luar biasa. Saya yakin Al-Qur'an ini benar-benar bisa dinikmati seluruh umat Islam," ungkap Sahabiah.
Pasca revitalisasi gedung, UPQ kini menjadi destinasi baru wisata religi yang patut dikunjungi. Tempat ini tidak hanya memberi edukasi seputar proses pencetakan Al-Qur’an, tetapi juga memperkaya pemahaman pengunjung mengenai sejarah dan perkembangan mushaf di Indonesia.
Kombinasi fasilitas percetakan modern dengan galeri, perpustakaan, museum, dan arsip menjadikan UPQ sebuah lokasi wisata religi yang berharga bagi masyarakat, terutama generasi muda. Diharapkan, UPQ dapat meningkatkan minat warga untuk mendalami pengetahuan Al-Qur’an dan literasi keagamaan Islam.
Fn/Mr



