Yogyakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI menyelenggarakan Workshop Pembangunan Budaya Pelayanan Prima di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (24/7/2025). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (24–26 Juli 2025), bertempat di Hotel Alana Yogyakarta, dan diikuti oleh 50 peserta dari unsur Ditjen Bimas Islam, Kantor Wilayah Kemenag DIY, serta para ASN dari KUA dan Kantor Kemenag Kabupaten Sleman.
Workshop ini merupakan implementasi dari Rencana Kinerja Ditjen Bimas Islam Tahun 2025, yang bertujuan menumbuhkan kesadaran, motivasi, dan budaya kerja ASN dalam memberikan layanan publik keagamaan yang berkualitas, responsif, dan humanis khususnya di KUA sebagai ujung tombak pelayanan keumatan.
Kegiatan dibuka dengan penyampaian materi dari tim fasilitator SDM tentang konsep Excellent Service yang meliputi environmental, development, dan productive service. Peserta juga mengikuti sesi interaktif seperti ice breaking, coaching, dan simulasi layanan prima, yang dipandu oleh para narasumber dari praktisi SDM nasional.
Tidak hanya itu, workshop ini menghadirkan narasumber Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, Praktisi Pelayanan Publik, Konsultan SDM, serta Tim Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum Ditjen Bimas Islam, yang membahas secara mendalam tentang kontribusi regulasi dan kebijakan dalam membentuk budaya pelayanan prima di lingkungan Kementerian Agama.
Salah satu sesi penting adalah evaluasi layanan publik Bimas Islam di Kabupaten Sleman, yang dipimpin oleh Kepala Kemenag Kabupaten Sleman. Forum ini menjadi ruang reflektif sekaligus strategis untuk merumuskan perbaikan dan inovasi layanan ke depan.
Melalui kegiatan ini, Ditjen Bimas Islam berkomitmen membangun paradigma layanan keagamaan yang tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga mengutamakan empati, profesionalisme, serta kepuasan masyarakat sebagai orientasi utama.
Kementerian Agama berharap, budaya pelayanan prima yang dibangun melalui workshop ini dapat menjadi energi perubahan positif di seluruh lini layanan keagamaan, dimulai dari KUA hingga level pusat. (afz)
(diy.kemenag.go.id)



