Cianjur, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor mendorong agar semakin banyak perguruan tinggi yang membuka jurusan program studi (prodi) Manajemen Zakat dan Wakaf. Hal ini disampaikan Tarmizi saat menjadi pembicara webinar yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Zakat dan Wakaf UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri secara virtual, Selasa (16/8/2022).
"Saat ini, sudah ada 18 Perguruan Tinggi yang membuka jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf. Semoga ke depan semakin bertambah lagi untuk mewujudkan amil dan nazir profesional," ujar Tarmizi.
Tarmizi menambahkan, penerapan prodi Manajemen Zakat dan Wakaf merupakan salah satu amanat undang-undang untuk mewujudkan tata kelola zakat dan wakaf secara profesional.
"Dengan adanya UU tersebut, maka negara hadir dalam upaya meningkatkan kompetensi amil dan nazir dalam pengelolaan zakat dan wakaf dengan tidak melanggar ketentuan syariah," lanjutnya.
Tarmizi menambahkan, Kemenag telah bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan nazir kelembagaan untuk memberikan ruang kepada mahasiswa prodi Manajemen Zakat dan Wakaf dalam mengimplementasikan ilmunya.
"Kami pastikan, para mahasiswa tidak akan kesulitan dalam mencari tempat untuk magang, karena sudah ada LAZ dan nazir yang siap menerima," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



