Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menegaskan komitmennya menurunkan angka stunting untuk mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang kuat. Komitmen tersebut, kata dia, dibuktikan dengan sosialisasi yang rutin kepada masyarakat terkait bahaya stunting.
"Angka stunting di Indonesia sangat tinggi. Kita sudah perintahkan penyuluh agama, penghulu, bahkan kita juga mengajak penceramah, dai, serta tokoh-tokoh agama untuk memberikan literasi kepada masyarakat," jelas Kamaruddin dalam sesi Tanya Jawab Pelaksanaan Penyuluh Pencegahan Stunting yang ditayangkan di kanal Youtube BKKBN Official pada Ahad (27/11).
Kamaruddin mengatakan, tugas menurunkan angka stunting dari angka 24 persen menjadi 14 persen pada 2024 mendatang tidaklah mudah. Karena itu, kata dia, Kemenag bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan terus mendukung upaya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai leading sector penurunan angka stunting.
"Saat ini angka stunting kita di angka 24 persen. Presiden sudah memerintahkan kita semua untuk menurunkannya ke angka 14 persen pada 2024 mendatang. Ini challenging bagi kita semua, ini tugas yang tidak mudah untuk kita lakukan," katanya.
Kamaruddin menegaskan, tingginya angka stunting sangat berbahaya bagi masa depan bangsa. Apalagi, lanjut Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini, ada sekitar 3,5 hingga 4 juta angka kelahiran di Indonesia yang tercatat dalam setahun.
"Katakanlah ada 4 juta kelahiran dalam setahun, kalau 20 persen saja yang stunting, itu kan ada 800 ribuan anak stunting di Indonesia. Ini angka yang tidak kecil, ini angka yang besar, maka harus kita tanggulangi bersama," tandasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



