Bogor, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mendorong Penghulu terus melakukan peningkatan kapasitas. Peningkatan kapasitas merupakan sarana terwujudnya peran Penghulu dalam mewujudkan Indonesia yang saleh dan damai.
"Jangan berhenti membaca buku, kitab, dan informasi. Perluas wawasan dan pengetahuan terhadap persoalan kegamaan, keumatan, sosial, dan persoalan politik keagamaan. Kita tidak bisa menghindari untuk terlibat dari semua persoalan ini," ungkap Dirjen saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Penguatan Program Layanan Nikah dan Rujuk di Bogor, Senin (23/5/22).
Selain membaca referensi, Dirjen juga mendorong Penghulu terus membaca realitas yang terjadi di masyarakat. Pembacaan realitas, tambah Dirjen, membuat Penghulu memahami langsung persoalan yang tengah berkembang.
"Jangan berhenti membaca realitas. Baca apa yang sedang terjadi di masyarakat. Kita harus membaca dan terlibat dalam persoalan yang sedang terjadi dan berkembang di masyarakat. Dengan keterlibatan secara langsung ada suatu hal otentik yang kita temukan," tambahnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri Kasubdit Bina Kepenghuluan Ditjen Bimas Islam, Anwar Sa'adi ini, Dirjen menyebut, peningkatan wawasan merupakan kunci dalam mewujudkan layanan publik yang berkualitas.
"Kita semua harus memperkuat dua hal ini sehingga Penghulu berperan dalam mewujudkan Indonesia yang saleh dan damai serta melahirkan sosok yang andal dalam memberikan layanan publik berkualitas," pungkas Dirjen.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



