Bekasi, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengemukakan adanya tantangan besar bagi ketahanan keluarga di tengah perkembangan zaman teknologi seperti saat ini. Perkembangan teknologi, tidak diimbangi oleh kemampuan literasi masyarakat untuk memanfaatkannya.
Menanggapi hal tersebut, Pengadministrasi Ketahanan Keluarga Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kecamatan Bekasi Barat, Salbiah mengatakan pentingnya komunikasi yang berkualitas antara suami dan istri dalam membina kerukunan rumah tangga.
"Jadi jika ada masalah, harus dibicarakan secara baik-baik, dicarikan solusinya bersama-sama. Sering terjadi masalah dalam rumah tangga, justru disebar di sosial media. Akhirnya membuka aib sendiri, dan memicu terjadinya perselingkuhan," ungkap Salbiah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bekasi Barat, Senin (8/3).
Salbiah juga berpesan kepada para suami dan istri agar tidak menjadikan ponsel sebagai suatu hal yang sangat ketergantungan. Meskipun, ia mengakui bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, penggunaan ponsel merupakan suatu kebutuhan.
"Kita sering memberi pengarahan kepada para ibu-ibu melalui Majelis Taklim agar HP itu dijadikan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka, bukan menjadi sesuatu yang menjadi perselingkuhan dan banyak sekali mudharatnya," imbuhnya.
Salbiah menambahkan ketahanan keluarga adalah sebuah fondasi dari karakter bangsa, karena jika tidak dibenahi dari keluarga, maka permasalahan sosial akan muncul seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika, perzinahan, dan sebagainya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



