Jakarta, Bimas Islam --- Ketahanan bangsa hanya akan terwujud melalui ketahanan keluarga. Terwujudnya ketahanan keluarga menjadi keharusan dan tanggung jawab bersama semua komponen bangsa.
Sebagai upaya mewujudkan ketahanan bangsa melalui ketahanan keluarga, Kementerian Agama menawarkan 5 konsep yang disebut Geometri Ketahanan Keluarga.
"Jika tips dan trik dalam Geometri Ketahanan Keluarga ini diwujudkan, insyaallah keluarga kita akan kuat, kokoh, dan tangguh meski banyak diterpa dinamika dan ujian," ungkap Kasubdit Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Agus Suryo Suripto di Jakarta, Kamis (10/2/22).
Relasi Ketuhanan
Suryo menjelaskan, pernikahan merupakan bagian dari ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karenanya, semua interaksi antara suami dan istri hendaknya diniatkan sebagai pengabdian kepada Tuhan.
"Menikah itu diniati untuk mengabdi kepada Allah. Bukan hanya istri mengabdi kepada suami, tetapi juga suami memberikan pengabdian kepada istri. Ada hubungan timbal balik dan kesetiaan," ujar Suryo.
Seimbang dan Setara
Dalam pernikahan, lanjut Suryo, suami tidak boleh merasa superior hingga istri merasa inferior. Hubungan pernikahan, katanya, hendaknya didasari prinsip keseimbangan atau equality.
"Ada kesetaraan peran dan gender. Suami sebagai pemimpin bukan superior, tetapi melindungi dan mencurahkan kasih sayang," ungkapnya.
Penghormatan
Respect merupakan tips ketiga dalam Geometri Ketahanan Keluarga. Kepercayaan antarpasangan merupakan kunci terwujudnya keadilan.
"Pernikahan adalah sarana mewujudkan pergaulan yang bermartabat. Suami menghargai istri, istri menghormati suami," terang Suryo.
Kesalingan
Hubungan suami istri juga didasari semangat kesalingan. Terwujudnya visi misi keluarga hanya akan terwujud jika masing-masing pihak memiliki niat saling berkontribusi.
"Saling memahami peran. Saling membantu. Saling pengertian. Tidak ada yang merasa berjuang sendiri," tegas Suryo.
Komunikasi
Sebagai pamungkas, kata Suryo, komunikasi antara suami dan istri merupakan kunci. Komunikasi yang baik terbukti bisa menjadi solusi dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian konflik.
"Belajar dan wujudkanlah komunikasi yang baik. Apa pun masalahnya, insyaallah selesai jika dikomunikasikan dengan baik," tutup Suryo.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



