Denpasar, Bimas Islam --- Ditjen Bimas Islam Kemenag menggandeng Bank Indonesia (BI), Islamic Development Bank (IsDB), dan Awqaf Properties Investment Fund (APIF) berupaya mewujudkan optimalisasi wakaf produktif.
Dalam sambutannya, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor menyampaikan, kegiatan ini dapat menjadi upaya untuk mewujudkan nazir yang profesional dalam mengoptimalkan aset wakaf agar lebih produktif.
"Kegiatan ini dapat mewujudkan nazir profesional yang memiliki pengelolaan harta benda wakaf dengan perencanaan yang matang, kelayakan usaha, hingga prospek usaha sehingga dapat mengoptimalisasi hasil manfaat bagi mauquf alaih," ujar Tarmizi dalam rangkaian kegiatan G20 di Nusa Dua Convention Center, Denpasar, Kamis (15/7/2022).
Tarmizi mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Kemenag, BWI, BI, IsDF, dan APIF dalam mendorong optimalisasi ekosistem wakaf melalui pendanaan untuk proyek wakaf properti yang potensial.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah bersinergi dalam mendorong optimalisasi ekosistem wakaf. Tidak lupa, BWI sebagai mentor bagi para nazir dalam mendorong optimalisasi wakaf produktif," lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Ita Rulina menyampaikan, kegiatan ini menjadi sarana bagi nazir untuk mendapatkan akses pendanaan dari APIF-IsDB untuk pengembangan tanah wakaf khususnya bidang properti.
"Karena kebijakan dari lembaga tersebut minimal pengajuan 5 juta dolar, jangka waktu pembiayaan maksimal selama 15 tahun dengan prioritas," ungkap Ita.
Selanjutnya, proses assessment dilakukan secara tertutup dan bergantian bagi 11 nazir yang hadir dalam acara tersebut dengan pihak APIF-IsDB, Bank Indonesia dan perwakilan pejabat wakaf Bimas Islam.
(iqbal fadli muhammad/Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



