Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengucapkan belasungkawa atas wafatnya putri sulung pahlawan nasional almarhum Jenderal Besar TNI Dr. H. Abdul Haris Nasution, Hendrianti Sahara atau yang dikenal dengan Yanti Nasution (69 tahun) pada Jumat sore (18/6) lalu di RS Pusat Pertamina Jakarta.
Yanti Nasution adalah anak pertama Pak Nas atau kakak dari Ade Irma Suryani Nasution.
Yanti Nasution adalah salah satu saksi hidup yang menyaksikan sendiri anggota pasukan Tjakrabirawa yang ditunggangi PKI memasuki rumahnya dan mendobrak pintu kamar untuk menculik dan membunuh ayahnya, Menko Hankam/KASAB Jenderal TNI A.H. Nasution di kediaman Jl. Teuku Umar 40 Menteng Jakarta pada pagi dini hari 1 Oktober 1965. Pak Nas berhasil lolos, namun kakinya kena tembakan peluru. Sedangkan putrinya Ade Irma Suryani Nasution usia 5 tahun kena tembakan Tjakrabirawa senjata dan akhirnya gugur sebagai pahlawan kecil dan perisai ayahnya dalam tragedi 1965.
"Sebulan sebelum wafatnya, Kamis 20 Mei 2021 saya berjumpa Ibu Yanti Nasution dalam Webinar Kebangsaan Napak Tilas Jenderal Besar A.H. Nasution. Ibu Yanti waktu itu berbagi cerita, kesan dan pengalaman bersama ayahandanya yang berguna untuk generasi muda," kenang Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Jakarta, Rabu (23/6).
Fuad mengungkapkan, sebuah pesan penutup dari Yanti Nasution pada pertemuan melalui webinar pada sore itu yang sangat berkesan dan menyentuh hati. Sebuah pesan terakhir dari beliau, agar generasi muda harus maju terus, harus berjuang terus dan nomor satu diajarkan keadilan, kebenaran, dan kejujuran, karena negara ini akan hancur jika kita tidak punya moral, ungkap Fuad usai menghadiri pemakaman jenazah almarhumah Yanti Nasution di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Sabtu pagi (19/6).
"Kepergian beliau untuk selamanya bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Jenderal Abdul Haris Nasution. Bangsa Indonesia serta komunitas sejarawan kehilangan salah satu narasumber dan saksi sejarah yang tidak tergantikan," ujarnya.
Fuad menambahkan, Yanti Nasution merupakan sosok anak pejuang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kehidupan masyarakat dan masa depan generasi penerus. Ia telah berbuat semampunya melalui beberapa yayasan sosial yang didirikan orangtuanya, almarhumah Ibu Johana Sunarti Nasution.
"Semoga almarhumah Ibu Yanti Nasution berpulang dengan jiwa yang damai dan khusnul khotimah," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



