Kendari, Bimas Islam — Suasana Aula Asrama Haji Kendari tampak sibuk sejak pagi, Kamis (9/10/2025). Panitia Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 tengah memastikan segala persiapan registrasi ulang peserta berjalan lancar.
Begitu tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad, langsung meninjau lokasi registrasi untuk melihat kesiapan akhir panitia.
“Proses registrasi merupakan tahap penting sebelum peserta mengikuti perlombaan di berbagai cabang. Kita ingin semuanya tertib dan sesuai jadwal,” ujar Abu.
Tahun ini, 1.027 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia siap berkompetisi di STQH Nasional XXVIII. Dari jumlah itu, 663 orang merupakan peserta inti yang berlaga di empat cabang utama: Seni Baca Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, dan Musabaqah Hafalan Al-Hadis. Tahun ini juga hadir kategori baru, Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH).
Cabang Seni Baca Al-Qur’an diikuti 142 peserta, terdiri atas Tilawah Anak-anak Putra (35), Tilawah Anak-anak Putri (35), Tilawah Dewasa Putra (37), dan Tilawah Dewasa Putri (35).
Cabang Hafalan Al-Qur’an menjadi kategori dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 324 orang. Rinciannya: 1 Juz dan Tilawah Putra (34), 1 Juz dan Tilawah Putri (35), 5 Juz dan Tilawah Putra (37), 5 Juz dan Tilawah Putri (37), 10 Juz Putra (30), 10 Juz Putri (30), 20 Juz Putra (30), 20 Juz Putri (30), 30 Juz Putra (30), dan 30 Juz Putri (26).
Sementara itu, cabang Tafsir Al-Qur’an diikuti 44 peserta (24 putra dan 20 putri). Cabang Musabaqah Hafalan Al-Hadis diikuti 153 peserta yang terbagi dalam enam kategori, yaitu 100 Hadis dengan Sanad Putra (28), 100 Hadis dengan Sanad Putri (26), 500 Hadis dengan Sanad Putra (26), 500 Hadis dengan Sanad Putri (25), KTIH Putra (23), dan KTIH Putri (25).
Pelaksanaan STQH Nasional XXVIII dipusatkan di Kota Kendari dengan enam lokasi utama. Arena utama berada di Tugu Persatuan Sultra untuk cabang Tilawah Anak-anak dan Dewasa.
Aula Kampus IAIN Kendari digunakan untuk lomba Hafalan Al-Qur’an 1 dan 5 juz, Aula Inspektorat Sultra untuk Hafalan Al-Qur’an 10 dan 20 juz, serta Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sultra untuk Hafalan Al-Qur’an 30 juz dan Tafsir Bahasa Arab.
Sementara Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi tempat lomba Hafalan 100 dan 500 Hadis, dan Aula Kanwil Kemenag Provinsi Sultra digunakan untuk lomba KTIH. Aula Asrama Haji Kendari menjadi titik awal, tempat seluruh peserta melakukan registrasi ulang sebelum perlombaan dimulai.
“Semua lokasi lomba sudah siap. Kami berharap pelaksanaan STQH Nasional kali ini berjalan lancar dan menjadi ajang terbaik bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka,” tambah Abu Rokhmad.
Wcp/Mr



