Jakarta, Bimas Islam ---Pandemi Covid-19 terbukti menggerus berbagai sektor kehidupan, terutama sektor ekonomi yang bertumpu pada kekuatan modal dan kekuatan pasar. Namun demikian, sektor ekonomi umat yang bertumpu pada pengelolaan zakat, wakaf, dan semangat berbagi kepada sesama relatif masih bisa diharapkan.
Poin penting inilah yang disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam, M. Fuad Nasar dalam peringatan Milad ke-16 Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Azhar.
"Saat ekonomi yang bertumpu pada kekuatan modal dan kekuatan pasar mengalami depresi dan resesi akibat pandemi Covid 19, insya Allah ekonomi yang bertumpu pada keimanan dan kedermawanan umat menjadi solusi dan alternatif yang menyelamatkan," ungkap Fuad dalam keterangan tertulis yang diterima Bimas Islam di Jakarta, Sabtu (5/12/20).
Semangat ini ditandai dengan maraknya berbagai ajakan kepada masyarakat untuk berzakat, berinfak, bersedekah dan berwakaf, sebagai spirit menolong kaum dhuafa agar mandiri dan mengubah nasib. Tindakan ini, ungkap Fuad, merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
Semangat berzakat dan berwakaf di tengah masyarakat juga menjadi penguat ukhuwah di berbagai bidang. Pada gilirannya, kata Fuad, hal ini akan menjadi sarana terwujudnya keadilan sosial yang dicita-citakan bangsa Indonesia.
"Salah satu misi yang harus ditegakkan dan dibela oleh semua lembaga pengelola zakat adalah misi memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat sesuai yang diajarkan Islam, dalam hal ini ukhuwah di bidang sosial-ekonomi, sehingga terwujud keadilan sosial," tambahnya.
Fuad juga memberikan apresiasi terhadap banyaknya lembaga zakat, infaq, dan wakaf yang bermunculan webagai salah satu instrumen penggerak ekonomi berkeadilan.
"Zakat dan wakaf adalah instrumen yang bersifat permanen dalam merealisasikan ukhuwah di bidang sosial-ekonomi. Lembaga zakat dan wakaf punya peran dan kontribusi dalam memoderasi kesenjangan sosial-ekonomi di negara kita. Semoga LAZ Al-Azhar terus menggemilangkan Indonesia," tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Fuad juga mengingatkan parameter yang tepat untuk mengukur keberhasilan sebuah lembaga zakat. Menurutnya, keberhasilan bukan terletak pada seberapa banyak harta yang terkumpul, tetapi pada manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



