Bandung, Bimasislam— Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf telah menyelenggarakan kegiatan yang sarat dengan inovasi dan kreativitas. Kegiatan yang diberi nama Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah tersebut melibatkan komunitas muda yang aktif di media sosial di antaranya blogger, youtuber, dan media sosial lainnya telah memberikan inspirasi dalam mensosialisasikan zakat dan wakaf kepada generasi muda yang dalam istilah ini dikenal dengan generasi Z.
Muhammadiyah Amin, selaku Dirjen Bimas Islam pada Kementerian Agama mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang diinisiasi Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf tersebut. Dikatakannya, kegiaitan tersebut merupakan hal yang sangat positif untuk kemajuan perzakatan dan perwakafan di tanah air mengingat kedua potensi ekonomi umat Islam saat ini belum mendapatkan dukungan yang optimal.
Lebih lanjut, Amin mengutarakan harapannya agar publik membayar zakat dan wakaf-nya kepada lembaga resmi. Berdasarkan data,potensi zakat mencapai 217 triliun rupiah sementara potensi wakaf berdasarkan data lokasi tanah wakaf mencapai 435.768 lokasi,dan potensi wakaf uang apabila terkumpul mencapai puluhan triliun rupiah. Amin menambahkan, pada akhir tahun ini akan diresmikan yaitu Rusunawa diatas tanah wakaf yang ada di Jawa Timur, adapun material bangunannya dari anggaran Kementerian PU-PR dan Kemenag penyediaan lahan yang dimiliki oleh nazhir wakaf
Senada hal itu, Fuad Nasar, selaku Plt. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf mengutarakan bahwa saat ini, Indonesia telah memasuki di era kebangkitan zakat dan wakaf dalam arus baru ekonomi Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama melibatkan seluruh komponen masyarakat diantaranya para aktivis kampus, praktisi, blogger, youtuber, dan lain sebagainya untuk cepat ambil bagian untuk membangun persepsi dan literasi kepada semua kalangan untuk memperkuat perkembangan ekonomi keuangan syariah.
Turut hadir sebagai narasumber pada acara Lokalatih yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari tersebut yaitu tanggal 29, 30 November dan 1 Desember 2017 yang dilaksanakan di Kota Bandung yaitu H. Tarmizi Tohor (Sekretaris Ditjen Bimas Islam), Ali Muakhir (Praktisi Blogger), Ananto Pratikno (Praktisi Digital Marketing), Nur Efendi (CEO LAZ Rumah Zakat), Elmo Januara (Spesialist Digital Marketing LAZ IZI).
Acara yang dikemas secara interaktif, relax, dan having fun ini mendapat respon positif dari para peserta sehingga suasana lokalatih semakin humanis satu dengan yang lainnya. Salah satu peserta yaitu Intan atau biasa yang dikenal Bunda Intan dikalangan blogger Bandung menuturkan bahwa dirinya merasa bersyukur bisa mengikuti acara ini dari awal hingga akhirsemoga setelah ini banyak diantara publik akan mengetahui zakat dan wakaf, yang nantinya (kedua potensi ini-red) menjadi life style.
(ASH)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



