Jakarta, Bimas Islam -- Penyair ternama Indonesia, Zawawi Imron mengurai pentingnya kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, kebudayaan akan mengajak setiap bangsa dan masyarakatnya untuk membaca tanda-tanda zaman.
“Mari kita mulai pertemuan ini dengan tersenyum. Sebab siapa yang mengawali setiap pertemuan dengan senyum sapa yang mekar bak bunga mawar, maka ia akan tersenyum sepanjang hari,” ucapnya mengawali pidato kebudayaannya dalam kegiatan Temu Konsultasi Seniman dan Budayawan Nusantara di Jakarta, Kamis (20/7/2023).
“Kebudayaan bangsa Indonesia mengandung kebijakan dan kebijaksanaan yang mengajak masyarakat untuk maju ke depan. Mengajak untuk bisa hidup rukun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” sambungnya.
Kebudayaan, imbuh Zawawi Imron, bertumpu kepada keindahan.
“Kebudayaan itu bukan sesuatu yang menjijikkan, sebab kebudayaan ditopang nilai-nilai keindahan yang memancar dari Tuhan. Bukankah kebudayaan berasal dari kata budi dan daya? Yang secara sederhana cukup kita terjemahkan sebagai kekuatan moral. Moral akan memperlakukan segala sesuatu dengan cara-cara indah,” ulasnya.
Zawawi Imron menuturkan, bangsa Indonesia sangat indah dengan beragam kebudayaan yang dimilikinya.
“Indonesia sangat kaya dengan budaya. Budaya Indonesia sangat indah. Di tepi-tepi pantai ada daun-daun nyiur melambai berucap selamat datang kepada para pahlawan kita yaitu nelayan. Nelayan mengajarkan kita bagaimana budaya mengelola laut tanpa eksploitasi berlebihan. Lihatlah para petani kita mengajak kita memegang erat budaya mengelola sawah yang baik tetapi sarat dengan kebudayaan,” tuturnya.
Zawawi Imron mengatakan, Indonesia menjadi bangsa yang sangat indah karena kebudayaan.
“Lihatlah bagaimana alam Indonesia diliputi gunung biru berselendang awan. Lihatlah hamparan padi menguning yang di atasnya burung-burung kecil menyanyikan keagungan Tuhan. Semua terawat dengan sangat indah karena kebudayaan telah merawatnya dengan sangat baik,” paparnya.
“Lalu, bagaimana menemukan keindahan dalam kebudayaan?,” tanya Zawawi Imron.
Ia pun menegaskan, kebudayaan mesti dikelola dengan hati yang bersih.
“Hati yang bersih sangat penting untuk mengelola kebudayaan di negeri tropis ini, agar semua instansi pemerintah bisa aman, tertib, dan bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat,” ungkapnya.
Wcp/Mr



