Konten opini dan editorial
Oleh: Ahmad Zayadi* Bulan Syawal dalam tradi i ma yarakat Mu lim Indone ia memiliki po i i yang kha dalam praktik pernikahan. Setelah menjalani ibadah Ramadan, banyak keluarga m
Oleh: Syafaat* Kita tidak haru menjadi Gandhari untuk di ebut etia, ebab ke etiaan tidak elalu berarti menutup mata ketika kita menghormati tuna netra. Dalam ki ah agung Maha
Oleh: Ahmad Zayadi* Idulfitri sering dipahami sebagai hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Namun dalam perspektif Islam,…
&nb p; &nb p; Oleh: Syafaat* &nb p; &nb p; Ada yang tampak khu yuk, tetapi ebenarnya edang menyiapkan ma a depan yang epi. Ke unyian itu ering ditemukan di ma jid-ma jid yang terlalu
Oleh: Jaja Zarka yi* Tahun ini, Ramadan aya lalui dengan berkunjung ke Ibu Kota Nu antara (IKN). Ra anya berbeda. Ramadan hadir di ebuah ruang yang juga edang mencari bentuknya. IKN belum el
Oleh: Lilih Rahmawati* Viralnya potongan video di media o ial yang menampilkan pernyataan Menteri Agama Na aruddin Umar dalam forum Dewan Ekonomi Syariah memantik polemik di tengah ma yarakat.
Oleh: M. Fuad Na ar* Sertifika i halal dan pengakuan tandar halal antarnegara merupakan alah atu i u kru ial dalam praktik perdagangan interna ional. Prin ip perlindungan kepada kon umen meng
Oleh: M. Fuad Nasar* Sewaktu Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. diangkat sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, sekitar 2006, saya bertugas…
Takdir tidak pernah tunduk pada kalender yang kita rapikan dengan hitungan pre i i. Waktu tidak bergerak di luar ketentuan hanya karena tarawih telah di iapkan dan panduk Ramadan telah digantung.
Pembangunan bang a tidak pernah berdiri di ruang hampa. Ia bertumpu pada kualita keluarga ebagai unit o ial paling da ar yang membentuk karakter, etika, dan daya tahan ma yarakat. Ketika keluarga k
Penerbitan Kalender Hijriah Indone ia 2026 oleh Kementerian Agama kembali mengingatkan kita bahwa pengelolaan waktu ibadah bukan ekadar per oalan tekni a tronomi, melainkan juga oal harmoni o ia
Di negeri dengan penduduk mu lim terbe ar di dunia, halal eharu nya menjadi ke adaran ber ama. Namun faktanya, halal kerap kita terima ebagai wari an&mda h;bukan ebagai ha il perjuangan litera i.