Selain Skema SBSN, pemerintah juga meluncurkan skema Rupiah Murni (RM) sejak tahun 2015, yang berhasil membangun 25 gedung KUA.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menegaskan, pembangunan gedung KUA dan Manasik Haji melalui Skema SBSN adalah pekerjaan rutin yang tak perlu dikhawatirkan. Dengan anggaran sekitar Rp1,7 miliar per KUA, proyek ini konsisten mencapai target setiap tahun, sementara fokus terus ditingkatkan dalam hal kualitas.
"Pembangunan KUA dan Manasik Haji melalui Skema SBSN bukanlah hal baru, karena pekerjaan ini bersifat rutin. Setiap tahun harus menghasilkan progres lebih baik dari tahun sebelumnya. Saya tidak pernah ragu terkait pelaksanaan SBSN KUA ini, karena capaian target tiap tahun sangat bagus dan memuaskan," ungkapnya.
Kamaruddin memaparkan, pada 2023, pelaksanaan proyek mencapai target sebesar 99.6%. Menurutnya, capaian tersebut patut disyukuri, meskipun beberapa aspek perlu mendapat perhatian. "Untuk tahun 2024, targetnya adalah menyelesaikan proyek pembangunan KUA dan Manasik Haji skema SBSN sebelum bulan Oktober, sejalan dengan berakhirnya masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin," tambahnya.
Sementara itu, Kasubdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA, Jajang Ridwan, menjelaskan perbedaan pelaksanaan proyek antara tahun 2023 dan 2024. Pada tahun 2023, proses melibatkan sistem lelang, sedangkan pada tahun 2024, melalui mekanisme e-katalog.
Lebih lanjut, Jajang menambahkan, tujuan kegiatan koordinasi ini adalah memastikan pelaksanaan pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji tahun 2024 berjalan sesuai standar dan target yang ditetapkan.
Kegiatan ini diikuti oleh 58 orang perwakilan provinsi dan eselon 1 serta keuangan. Di dalamnya diikuti 31 dari unsur Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) seluruh Indonesia. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Jakarta tersebut didanai melalui DIPA Ditjen Bimas Islam TA 2024.
Ba/Mr
Fotografer: Lutfi
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



