Gorontalo, Bimas Islam -- Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati menyampaikan, 2024 mendatang, program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat ditargetkan mencapai sebanyak 90 titik.
Hal itu disampaikannya saat mengunjungi KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat di Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Kamis (21/9/2023).
“Tahun ini, sudah ada 15 titik KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat. Tahun depan, ditargetkan bertambah sebanyak 90 titik,” ujarnya.
Seiring penambahan tersebut, imbuh Wida, jumlah penerima manfaat program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat juga bertambah.
“Masuk tahun kedua pendampingan, jumlah penerima manfaat mesti bertambah. Dananya bisa berasal dari infak penerima manfaat setiap hari. Misalnya Rp1.000, sebulan capai Rp30.000, terdapat 10 penerima manfaat, berarti capai Rp300.000 per bulan,” paparnya.
Wida berharap, dana infak itu juga dialokasikan untuk kelompok usaha yang lambat berkembang.
“Mereka (penerima manfaat) yang usahanya maju, diharapkan menyumbang agar usaha penerima manfaat lainnya juga berkembang,” ujarnya.
Wida mengatakan, penerima manfaat akan mengikuti serangkaian proses pembinaan. Ia meminta pendamping penyuluh dan lembaga memberi motivasi agar tidak menyerah saat kondisi sulit.
"Ini bukan pekerjaan mudah, kita mesti bertanggung jawab penuh,” pungkasnya.
Di akhir, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Gorontalo, Kohar melaporkan, sepanjang tahun 2023, Kemenag Kota Gorontalo telah menggelar sejumlah pelatihan kewirausahaan bagi penerima manfaat dengan mengundang narasumber dari Konsultan UMKM.
Andayani/Wcp



