Program nikah massal ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama yang dimulai sejak 2 Januari 2024, dan puncaknya berlangsung pada 5-7 Januari 2024.
“Keputusan terbesar yang diambil oleh setiap orang dalam hidupnya adalah menikah, karena semua agama dalam peradaban manusia sejak dulu hingga hari ini meyakini bahwa pernikahan adalah sesuatu yang agung dan sakral mulia, maka sakralitasnya harus dirawat dan dijaga,” pesan Kamaruddin.
Guru besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar itu menyebut, pernikahan merupakan perjanjian yang kuat dan kukuh (mitsaqan ghalizha), sebuah terminologi yang disebut dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 21.
“Dalam Al-Qur’an, kedudukan pernikahan sama dengan ketika Allah membuat kontrak dengan para Nabi dan Ulul Azmi untuk menunjukkan bahwa pernikahan adalah sebuah perjanjian yang sangat agung,” ujarnya.
Perjanjian yang dikhianati, tambahnya, akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Karenanya, pernikahan mesti dirawat dan dijaga dengan penuh komitmen.
“Pesan kedua yang ingin saya sampaikan adalah sesungguhnya pernikahan merupakan bentuk demokrasi kekhalifahan seseorang hamba di muka bumi ini secara sempurna. Ketika sudah menikah, maka sempurnalah tugas kita sebagai khalifah Allah,” jelasnya.
Dirjen menyebut, pernikahan juga bentuk pelembagaan cinta setiap naluriah manusia yang memiliki perasaan cinta agar mendapat rida Allah SWT.
“Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada seluruh pasangan pengantin yang baru saja melakukan kontrak dengan Allah SWT. Selamat telah dinobatkan sebagai khalifatullah secara sempurna di muka bumi. Semoga kita berbahagia dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Tampak hadir pada kesempatan itu, Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Adib Machrus, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Zainal Mustamin, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, Direktur Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi, Direktur Urais dan Binsyar, Adib, dan pejabat di lingkungan Kemenag.
An/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



