Jakarta, Bimas Islam --- Achmad Subianto, Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) periode pertama tahun 2001 - 2004, berpulang ke rahmatullah Selasa 23 Juni 2020 di RS Puri Indah Kembangan Jakarta Barat.
Saat diusulkan oleh Menteri Agama untuk diangkat sebagai Ketum BAZNAS beliau sedang menjabat Dirut PT Taspen (Persero). Achmad Subianto lahir di Cilacap 16 Agustus 1946 dan wafat dalam usia 73 tahun.
Achmad Subianto merupakan Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Diponegoro Semarang dan meraih gelar MBA dari School of Management Syracuse University, New York, Amerika Serikat.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf M. Fuad Nasar yang hadir takziyah di kediaman almarhum hari Rabu pagi, mengemukakan bahwa Achmad Subianto seorang tokoh yang berjasa membangun fondasi pengelolaan zakat Indonesia. Semasa menjabat Ketua Umum BAZNAS yang pertama tahun 2001-2004 dan selanjutnya sebagai Ketua Komisi Pengawas BAZNAS, banyak legacy yang beliau tinggalkan dan bermanfaat tidak hanya untuk gerakan zakat, tapi untuk umat Islam pada umumnya. Keberadaan BAZNAS hingga dikenal luas sampai sekarang tak lepas dari rintisan Pak Subianto bersama para pengurus BAZNAS periode awal serta peran Kementerian Agama sebagai otoritas pemerintahan yang menaungi dan memfasilitasinya.
"Sistem dan prosedur kerja BAZNAS pertama kali dibangun di masa Pak Subianto memimpin BAZNAS. Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) lahir dari ide beliau. Pak Subianto mensinergikan antara gerakan zakat dan Gerakan Memakmurkan Masjid dengan UPZ (Unit Pengumpul Zakat) sebagai ujung tombak pemberdayaan umat dan masyarakat. Pak Subianto seorang yang tak pernah istirahat berpikir dan berkarya. Selaku birokrat yang menapak karier sebagai pegawai negeri sipil di Kementerian Keuangan dan selanjutnya dipercaya menjadi direksi PT. Garuda Indonesia dan Dirut PT Taspen, beliau sangat peduli dengan masa depan negara dan bangsa." ungkap Fuad.
Fuad Nasar mengenang almarhum Achmad Subianto seorang yang punya komitmen tinggi terhadap dakwah Islam. Berbagai soal yang dipikirkan dan menjadi kepedulian ditulisnya menjadi buku. Buku-buku beliau dicetak dan dibagikan sebagai infak ilmu. Hal yang mengagumkan dalam usia pensiun dan sudah tidak muda lagi beliau belajar kursus bahasa Arab sebagai bahasa Al Quran. Beliau seorang yang idealis, memegang teguh prinsip hidup, punya integritas, dan lillahi ta'ala dalam melakukan segala sesuatu.
Semasa hidupnya, beliau pernah menjabat Ketua Umum Forum Komunikasi dan Konsultasi Badan Pembina Rohani Islam (Fokkus Babinrohis) Pusat yang meliputi semua kementerian dan BUMN. Memprakarsai berbagai aktifitas sosial kemasyarakatan dan keagamaan, seperti Yayasan Kado Anak Muslim, Yayasan Bermula Dari Kanan, Gerakan Memakmurkan Masjid, Komunitas Jaminan Sosial Nasional, dan lain-lain. Keluarga Besar Kementerian Agama RI menyampaikan duka cita dan penghargaan atas amal bakti almarhum Achmad Subianto, tokoh inspiratif zakat Indonesia dan pegiat sosial yang gigih dan berjuang tanpa pamrih.
(Ditzawa)



