Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Moh. Agus Salim menyampaikan bahwa perkembangan literasi dari fisik ke dunia digital semakin ramai dan nyaris tak terkendali. Fenomena ini menurutnya harus segera direspon positif oleh Kementerian Agama diantaranya melalui peran Direktorat Urusan Agama Islam Ditjen Bimas Islam sebagai tantangan dalam pemberian layanan akses bacaan yang bermutu dan berkualitas.
“Ada banyak hal positif dari setiap fenomena di era perubahan sosial dan perkembangan komunikasi digital saat ini, dan posisi Kepustakaan Islam harus hadir dalam penyediaan layanan literasi keislaman bagi masyarakat”, ungkap Agus.
Agus membagi pengalaman terkait kebutuhan ketersediaan literasi yang tampak tinggi di masyarakat. “Dalam pengalaman materi kemasjidan banyak sekali kebutuhan di lapangan atas buku-buku bacaan keislaman sebagai media pengikat aktifitas jamaah di luar ibadah, dan hal ini perlu terus didukung”, ungkapnya.
Program penguatan akses di bidang Urais Binsyar lanjut Agus akan diwujudkan dalam bentuk pembuatan naskah dan teks khutbah yang kontekstual, hal ini menurutnya akan turut memperkuat sisi pengetahuan yang sesuai dengan dinamika perkembangan zaman.
“Ke depan kita akan kembali aktif menerbitkan teks-teks khutbah yang selanjutnya secara sukarela dan mandiri dapat diakses oleh mereka yang membutuhkan, tidak ada paksaan dalam pemanfaatan naskah tersebut, melainkan naskah dan teks itu dinilai sangat bermanfaat karena berisi nilai-nilai dakwah yang seiring dengan kebutuhan riil kehidupan dan perkembangan zaman”, terang Agus.
Tampak hadir sebagai peserta kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut (28-29/09), 30 orang terdiri atas unsur Peneliti Balitbang Kementerian Agama, Balai Litbang Agama Jakarta, Ditjen Pendis, LPBKI MUI, Akademisi UNUSIA, PTIQ Jakarta, Lakpesdam PBNU, Maarif Institute, Bincang Syariah, harakah.id, Pustaka Khalifah, Pustaka Rumi, dan beberapa pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
(Syafaat/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



