Tangerang, Bimas Islam --- Bentuk modernisasi program layanan di bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam menjadi isu penting dalam agenda rapat penyusunan SOP Bidang Urais dan Binsyar Tahun 2020, yang dilaksanakan di Hotel Horison Grand Serpong Kota Tangerang, Kamis (03/09).
Direktur Urais dan Binsyar Moh. Agus Salim dalam arahannya, menekankan pemanfaatan optimal dari perangkat sistem informasi yang ada di kanal digital Bimas Islam, seperti Simas, Layanan Konsultasi Syariah, Sipaham dan Pustaka Digital Bimas Islam.
“Di Urais ini kan sudah ada Simas untuk bagian kemasjidan, dan itu menurut saya bisa dimanfaatkan tidak hanya dalam kepentingan profil penerima bantuan, tapi dapat dikembangkan pula sebagai wadah evaluasi dalam mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan kita”, ujar Agus.
Dilanjutkan Agus tujuan dari pemanfaatan optimal dari kanal digital tersebut menurutnya lebih ditujukan sebagai ruh dalam memberikan akses kemudahan dan interaksi layanan terbuka bagi publik. Sosok pria yang pernah mengemban amanat Inspektur Wilayah III Itjen Kemenag ini pun terus memberikan dukungan inovasi layanan berdasarkan Standar Operasional Prosedur yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan riil yang ada di masyarakat.
“Upaya revitalisasi pola kinerja melalui pembahasan atas SOP lama ini, selain dilakukan atas input dari hasil Audit Kinerja Itjen Kemenag, dapat kita jadikan pula sebagai momentum perbaikan secara keseluruhan, terutama kemajuan digital saat ini ketepatan SOP sangat dibutuhkan, karena ia adalah ruh bagi kerja organisasi dan sebagai penentu menyimpang atau tidaknya kerjaan kita”, pungkas Agus.
Dalam keterangan tambahannya, Kassubag TU Direktorat Urais dan Binsyar Fathur Razi merasa optimis untuk memastikan pelaksanaan penyusunan SOP itu lebih bersifat terbuka dalam memberikan usulan baru menjadi bagian dari tahapan flowchart, khususnya yang memberikan aspek manfaat dalam sebuah kegiatan.
“Pola pengisian kuesioner oleh peserta sebagai bahan evaluasi dari setiap kegiatan kami kira merupakan satu tahapan penting dalam akhir flowchart, dan karenanya ini melekat pada masing-masing SOP yang berkarakter serupa pada setiap kegiatan seperti workshop, rakor maupun bimtek , dengan begitu kita akan melihat evaluasi program yang lebih bermanfaat”, tambah Fathur.
Hadir sebagai pembahas lainnya dalam kegiatan dua hari tersebut Kepala Subdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi, Kepala Subdit Bina Paham Keagamaan Islam Nurkhazin, Kasi Kemasjidan Zamroni, beberapa Esselon IV di lingkup Subdit Hisab Rukyat dan Syariah, Kemasjidan, Kepustakaan Islam dan perwakilan staf pada Direktorat Urais dan Binsyar sejumlah total 30 orang.
(Syafaat/Bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



