Lingga, Bimas Islam -- Kementerian Agama Kabupaten Lingga Provinsi Kepri terus berinovasi, salah satunya mencetuskan Layanan Terapung Keagamaan (LANTERA). Layanan itu menggunakan perahu bermotor (pompong) mengelilingi gugusan pulau untuk menyapa masyarakat.
Layanan tersebut digagas karena melihat kondisi geografis wilayah Lingga yang terdiri dari gugusan pulau-pulau. Menggunakan perahu akan membuat jangkauan layanan menjadi lebih luas.
"Setelah peluncuran dan diresmikan Bupati Lingga di Desa Penuba, kali ini kita kembali menyapa Desa Mentuda dan Desa Tanjung Kelit, tepatnya di Dusun Linau Air Batu. Wilayah yang didominasi warga suku laut ini mendapat sentuhan langsung layanan dari Kemenag Kabupaten Lingga. Layanan yang diberikan yaitu layanan nikah, sertifikat halal bagi UKM, layanan konsultasi pendaftaran haji, kemasjidan, dan izin pendirian rumah ibadah. Selain itu, melalui LANTERA, sekaligus digelar Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (GM3) yang digelar di tempat perahu LANTERA berlabuh. Sudah kita siapkan penceramahnya," terang Kepala Kemenag Lingga Muhammad Nasir, Kamis (24/8/2023).
Bukan hanya untuk umat Islam, lanjut Kepala Kemenag Lingga, LANTERA juga melayani semua agama. "Saat ini, kita baru ada Pembimbing Masyarakat Buddha. Pegawai Buddha bisa menyapa langsung umatnya di pulau-pulau yang menjadi sasaran layanan," tambahnya.
"Berdasarkan laporan dari tim yang turun ke lapangan. Siang tadi, sudah digelar akad nikah di atas Perahu LANTERA. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat pulau memang sangat membutuhkan layanan langsung di tempat. Saya berterima kasih kepada seluruh tim yang turun, sekaligus mengucapkan selamat menjadi pengantin baru untuk pasangan Hamdani dan Siti yang sudah melangsungkan akad nikah," kata Muhammad Nasir.
Dimintai keterangan secara terpisah, Hamdani sang pengantin baru menyampaikan ucapan terima kasih. "Kami sudah menjadi pasangan yang sah. Layanan seperti ini sangat membantu dan memudahkan kami di pulau terpencil ini. Ditambah lagi layanannya gratis alias nol rupiah. Selain itu, menghemat biaya transportasi kami. Jika harus berangkat dari Linau Air Batu ke Kantor KUA Senayang, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kami merasa sangat puas dengan layanan nikah ini," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Linau Air Batu juga berterima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Lingga. "Terima kasih atas layanan keagamaan yang diberikan kepada Suku Laut Linau Air Batu. Kami memang membutuhkan bimbingan dan penyuluhan keagamaan, terutama untuk anak-anak di sini. Semoga layanan LANTERA dapat menyapa seluruh masyarakat yang ada di pulau-pulau di Kabupaten Lingga," harap Suandi.
Zaid/Ramdhan



