Seperti kisah Angkringan Seniyem dan Sriyani, pemilik usaha angkringan di Kulon Progo yang sebelumnya hanya berjualan dengan gerobak sederhana. Berkat bantuan modal dari program Kampung Zakat, mereka kini memiliki tempat yang lebih layak dan peralatan yang lebih lengkap. Penghasilan mereka pun meningkat signifikan, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup keluarga.
"Setelah dibantu modal usaha dari Kampung Zakat, angkringan saya semakin ramai pembeli. Penghasilan saya juga meningkat, sehingga bisa menabung untuk pendidikan anak," ungkap Seniyem kepada wartawan, Kamis (8/2/2024).
Kisah inspiratif ini hanyalah satu contoh dari banyaknya manfaat program Kampung Zakat. Program ini terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan umat melalui berbagai program pemberdayaan, seperti pelatihan usaha, bantuan modal usaha, dan pendampingan marketing.
"Program Kampung Zakat ini sukses karena adanya kolaborasi antara Kemenag, BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan," terang Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Kulon Progo, Haris Widiyanto.
Lebih lanjut, Wakil Ketua BAZNAS Kulon Progo, Totok Sugiyanto menambahkan, program Kampung Zakat tidak hanya membantu mustahik secara finansial, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan semangat kewirausahaan.
"Dengan program ini, diharapkan para mustahik dapat menjadi muzaki di masa depan. Sehingga, program ini dapat terus berkembang dan membantu lebih banyak orang," harap Totok.
Sementara itu, Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin menekankan pentingnya jejaring antarbinaan, LPZ, dan BAZNAS untuk membangun Kampung Zakat. Kemenag juga turut mengapresiasi kolaborasi seluruh stakeholder dalam upaya ini.
"Inisiasi Kampung Zakat yang dibangun secara kolaboratif antara Kemenag di semua levelnya dan seluruh stakeholder dalam ekosistem zakat patut kita apresiasi," ungkapnya.
Kampung Zakat merupakan salah satu program kolaboratif Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama dengan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat. Program ini digulirkan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan lainnya. Hingga saat ini, sudah terbentuk 52 Kampung Zakat di seluruh Indonesia.
Msk/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



