Jakarta, Bimas Islam -- Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Wilayah Jawa Barat menggelar Bimbingan Perkawinan Serentak se-Jawa Barat pada hari Senin (29/07/2024). Kegiatan itu merupakan rangkaian dari peringatan Milad ke-5 APRI yang mengusung tema 'Gerak Penghulu, Sejuta Pengantin Siap Cegah Stunting'.
Pembukaan Bimwin serentak digelar secara daring, dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Ajam Mustajam, dilanjutkan Kabid Urais, Ohan Burhan, Ketua Umum APRI, Madari, Ketua PW APRI Jawa Barat, Toto Supriyanto, dan diikuti ribuan peserta secara daring dan luring yang tersebar pada lebih dari 450 KUA se-Provinsi Jawa Barat.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, Ajam Mustajam menyampaikan, Bimwin harus diikuti setiap calon pengantin. Selain itu, ia juga mengajak para calon pengantin untuk berpartisipasi dalam program wakaf uang untuk kemakmuran masjid.
Ketua PP APRI, Madari menegaskan, sesuai dengan tema 'Gerak Penghulu Sejuta Catin Siap Cegah Stunting', kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama melakukan berbagai upaya untuk membantu pemerintah menyelesaikan persoalan stunting.
"Untuk menyukseskan gerakan pencegahan stunting dari hulu, maka KUA harus bersinergi dengan BKKBN dan Puskesmas dalam kegiatan Bimwin, untuk memberi edukasi stunting kepada para calon pengantin. Kerja sama ini akan dimulai dari penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara APRI dengan BKKBN yang kemudian diimplementasikan hingga tingkat KUA di seluruh Indonesia." Ungkap Madari.
Sementara itu, Ketua PW APRI Jawa Barat, Toto Suryanto mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan satu bentuk kekompakan penghulu se-Jawa Barat dalam menyemarakkan Milad APRI.
"Di Jawa Barat, bentuk Bimwin yang dipilih adalah Bimwin Mandiri tatap muka di setiap KUA, agar sinergi penghulu dengan penyuluh, Tim Pendamping Kesehatan/Keluarga, Puskesmas/Dinas Kesehatan, juga BKKBN, semakin terjalin," ujar Toto.
Ia menambahkan, jika koordinasi dan sinergitas di akar rumput sudah terjalin, penanganan cegah stunting atau persoalan sosial lainnya akan dapat ditangani dengan optimal.
Msk/Mr



