Jakarta, Bimas Islam – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) masa bakti 2019-2023 menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta, Senin-Rabu (6-8/5/2024). Isu utama yang dibahas dalam Rakornas tersebut yaitu pemberantasan pungutan liar (pungli) dan pencegahan stunting.
Ketua Umum DPP APRI, Madari dalam sambutannya mengatakan, pihaknya akan membentuk agent of change di setiap kabupaten/kota, yang salah satu tugasnya adalah memberi solusi terhadap tingginya aduan masyarakat, termasuk persoalan pungli. Madari memastikan, semua pengurus di semua tingkatan dapat mengawal program tersebut.
”Agent of change ini akan menekan dan memberi solusi terhadap tingginya aduan masyarakat terkait berbagai persoalan, salah satunya pungli,” ungkapnya.
Madari mengatakan, pihaknya juga akan melakukan kampanye anti pungli. “Salah satu cara kampanye yang akan kami lakukan adalah membuat banner di KUA dengan tulisan pelayanan anti pungli beserta nomor kontak aduan,” imbuhnya.
Madari menjelaskan, pemberantasan pungli tersebut merupakan bagian dari implementasi terkait Deklarasi Tahun Integritas Penghulu, yang merupakan komitmen mewujudkan pelayanan KUA yang bersih dan bermartabat. “Deklarasi Tahun Integritas Penghulu ini merupakan komitmen kami untuk mewujudkan pelayanan KUA yang bersih dan bermartabat,” ungkapnya.
Madari memastikan, Tahun Integritas Penghulu tidak sekadar deklarasi, tapi akan dituangkan melalui keputusan Rakornas serta ditandatangani bersama dalam pakta integritas.
“Kami akan mulai dari forum ini, kemudian akan kami instruksikan ke seluruh pimpinan wilayah APRI se-Indonesia,” paparnya.
Selain pemberantasan pungli, Madari mengatakan, pihaknya juga akan menggencarkan program pengentasan stunting. Ia menyebut, forum Rakornas itu akan merumuskan agar penghulu bisa terlibat langsung dalam pencegahan stunting.
“Bentuk kegiatan untuk merealisasikan komitmen ini akan kami mulai dengan cara memberi edukasi kepada calon pengantin, tentu kami akan bekerja sama dengan lintas instansi seperti BKKBN,” pungkasnya.
Rakornas APRI yang dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin itu mengangkat tema 'Bersama Mewujudkan Pelayanan KUA Berintegritas dan Bermartabat Menuju Transformasi Kementerian Agama'. Kegiatan tersebut diikuti 21 pengurus pusat secara offline dan sejumlah penghulu yang hadir secara online.
An/Mr



