Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kemenag, Adib merancang kerja sama dengan sejumlah instansi/lembaga untuk merawat harmoni dan kerukunan di masyarakat. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik 2024 Angkatan ke-5 di Jakarta, Senin (15/7/2024).
Melalui KMA No. 332 Tahun 2023, Kemenag telah membangun sistem peringatan dini konflik sosial berdimensi keagamaan. Menurut Adib, sistem itu akan lebih kuat jika dijalankan dengan kolaborasi bersama instansi/lembaga lain.
"Kita membangun kolaborasi sistem peringatan dini, baik di internal Kemenag pusat dan daerah, maupun dengan instansi/lembaga lain, seperti Kepolisian, TNI, Kemendagri, hingga Kemensos. Kita akan membangun kerja sama," ungkapnya.
Dikatakan Adib, penghulu, penyuluh, dan stakeholder lintas instansi akan dilibatkan untuk melakukan mitigasi dan antisipasi konflik di daerah. "Sehingga nanti pada ujungnya, kita memiliki Tim Bangun Harmoni yang tidak hanya melibatkan internal Kemenag, tetapi juga lintas kementerian," tuturnya.
Adib menyebut, nama Tim Bangun Harmoni dipilih agar lebih mengedepankan penguatan kerukunan, sekaligus menghindari istilah 'konflik' yang terkesan negatif.
"Peta jalan kolaborasi ini, pertama adalah membangun sinergi di internal Kemenag, lalu bekerja sama lintas instansi. Kita akan membuat skema kerja sama antarkementerian dan lembaga di tingkat pusat, kemudian diimplementasikan ke setiap daerah," paparnya.
Adib menuturkan, Tim Bangun Harmoni juga akan melibatkan Bhabinkamtibmas di bawah Polri dan Babinsa di bawah TNI, serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di bawah Kesbangpol. "Unsur-unsur itu perlu kita libatkan. Namun, di pusat bangun terlebih dahulu MoU-nya, sehingga di daerah tinggal menjalankan. Nanti kita lakukan piloting di beberapa daerah agar Tim Bangun Harmoni berjalan efektif. Jika sinergi sudah bulat terbangun, kita terapkan secara nasional," tegasnya.
Rancangan tersebut, lanjut Adib, diharapkan akan berujung pada terwujudnya Peta Nasional Bangun Harmoni, yang ditindaklanjuti dengan upaya-upaya pencegahan konflik. "Dan (peta) itu harus update setiap tahun, sehingga di Kemenag ada Rakernas tentang bangun harmoni pencegahan konflik," tandasnya.
Mr



